Alif Jebolan ITB Bongkar Rumus Tarian Bocah Pacu Jalur yang Tidak Jatuh dari Perahu
Pria jebolan ITB hitung rumus penari pacu jalur yang viral.
Tarian pacu jalur kini menjadi tren di dunia. Tarian itu memperlihatkan seorang bocah pria yang menari-nari di atas sampan yang didayung oleh puluhan pria dewasa. Tarian itu seirama dengan dayungan sampan sehingga menarik untuk ditonton.
Satu hal yang menarik perhatian adalah kemampuan penari pacu jalur yang dapat menyeimbangkan diri di atas sampan yang berjalan kencang. Hal itu membuat netizen penasaran.
Ternyata, ada rumus tertentu untuk menghitung penari pacu jalur agar tidak jatuh dari sampan. Seorang pria jebolan ITB mencoba menghitung rumus tersebut dan mengunggahnya di media sosial. Bagaimana hasilnya? Simak ulasannya sebagai berikut.
Jebolan ITB Hitung Rumus Tarian Pacu Jalur
Momen itu diunggah dalam sebuah video di akun Tiktok @aliftowew. Dalam video tersebut, Alif, jebolan ITB mencoba menghitung bocah penari pacu jalur yang tidak jatuh dari atas sampan yang berjalan kencang.
Alif menggunakan rumus gesek. Ia menghitung semua gaya dari gaya normal, sampai gaya gesek ke belakang. Hingga ditemukan kecepatan yang tidak boleh dilewati oleh perahu.
“Pertama di sini ada gaya MG, ke atas ada gaya normal, ke belakang ada gaya gesek. Nah kita gunain rumus gaya gesek, dapat gaya geseknya segini, 117,6 newton. Artinya perahu ini nggak boleh lebih dari gaya dorongnya segini,” ucap Alif.
Setelah itu, ia menghitung sudut dari kemiringan si bocah penari pacu jalur agar tidak jatuh. Terakhir adalah waktu yang dibutuhkan penari pacu jalur untuk merespons terhadap semua perubahan di atas sampan yang sangat cepat.
“Pertama gaya dorong perahu maksimal itu 117,6 newton. Percepatan perahu maksimal 3,92 m/s. Kemiringan perahu maksimal 6,38 derajat dan dari si anak, percepatan sudut si anak tuh harus 10,8 radian per second, kecepatan sudutnya harus 3,29 radian per second, dan waktu ngerespons si anak dalam terhadap semua perubahan itu hanya 0,673 detik. Jadi harus perlu banyak latihan,” pungkas Alif.
Makna Tarian Pacu Jalur
Meski viral sebagai sebuah hiburan, tarian pacu jalur ternyata memiliki segudang makna yang mendalam. Tarian tersebut berasal dari Kabupaten Kuantan, SIngingi (Kuansing), Provinsi Riau. Tarian itu dilakukan oleh seorang bocah di atas jalur perahu.
Pacu jalur sendiri merupakan perlombaan dayung tradisional yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Nama ‘Pacu Jalur’ berasal dari bahasa Minangkabau Timur.
Dalam bahasa lokal, ‘pacu’ berarti lomba dan ‘jalur’ berarti perahu atau sampan yang panjang. Perahu atau sampan itu terbuat dari kayu gelondongan utuh tanpa sambungan. Sejarah Pacu Jalur dimulai sejak abad ke-17.
Awalnya, kegiatan ini berguna sebagai alat transportasi masyarakat di sepanjang Sungai Kuantan. Jalur dipakai untuk mengangkut hasil bumi dan manusia. Namun, seiring berkembangnya waktu, pacu jalur dijadikan sebagai perlombaan.
Adapun makna filosofis pacu jalur adalah mencerminkan semangat kolektif dan kebersamaan yang tinggi. Pacu Jalur merupakan olahraga yang membutuhkan kerja sama tim yang solid agar dapat mencapai kemenangan.