Serunya Ngabuburit Anak-Anak di Lumajang, Cuma Bermodal Pelepah Pisang
Dengan bermain dolanan tradisional ini bisa melatih anak-anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Beragam kegiatan dilakukan masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa. Di Lumajang, Jawa Timur, sejumlah anak-anak bermain dolanan tradisional dari pelepah pisang.
Selain untuk mengurangi ketergantungan anak bermain gadget, ngabuburit dengan bermain dolanan tradisional ini untuk melestarikan mainan tradisional yang mulai ditinggalkan serta juga mengasah motorik dan kreativitas anak.
Berbagai macam cara dilakukan untuk mengisi kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak di bulan Ramadan ini. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak di Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, anak-anak kampung yang berada di lereng Semeru ini bermain dolanan tradisional. Mereka membuat dan memainkan dolanan perahu mainan yang dibuat dari pelepah pohon pisang.
Untuk membuat permainan ini mereka mencari pelepah pisang, kemudian membentuk perahu mainan kemudin dibentuk sesuai kreativitas masing-masing.
Proses pembuatannya yakni memotong pelepah dengan ukuran kecil. Kemudian dibentuk sedemikian rupa menyerupai perahu kecil. Mulai dari badan, geladak hingga layar perahu.
Perahu ini sederhana ini kemudian dimainkan dengan cara balapan sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Anak-anak ini membalap perahu mainan ini ke sungai kemudian memainkan dolanan tradisional ini. Cara memainkannya cukup mudah, anak-anak hanya perlu mengayunkan perahu di garis start kemudian dan memberi aba-aba. Kemudian sebagian anak menunggu di garis finish untuk mengambil perahu agar tidak menjauh keujung sungai.
"Cara memainkannya mudah tinggal di ayunkan lalu perahunya balapan. Seru dolanan ini soalnya gak semua anak-anak banyak yang memainkan dolanan lawas ini," kata Ferdi, salah seorang anak, Senin (10/3).
Kemudian cara ini dilakukan berulang sembari menunggu masuk waktu berbuka puasa. Mereka terlihat bahagia dan ceria dengan dolanan tradisional ini.
Izzam salah seorang anak lain mengaku kegiatan bermain bareng teman sebaya ini sering dilakukan setiap sore.
"Ya suka main balapan (balap perahu) ini. Sekalian ngabuburit puasa," kata Izzam.
Dengan bermain dolanan tradisional ini bisa melatih anak- anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Ngabuburit dengan bermain dolanan tradisional ini juga untuk mengurangi ketergantungan anak bermain gadget dan untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai ditinggalkan serta bisa mengasah kreativitas anak dengan membuat ketrampilan dari bahan yang tersedia di alam.