Kedubes Singapura Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Istiqlal, Pererat Toleransi
Kedutaan Besar Singapura di Jakarta kembali menggelar acara buka puasa bersama anak yatim di Masjid Istiqlal, Jakarta, menegaskan komitmen pada toleransi dan persahabatan di bulan Ramadhan.
Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura di Jakarta sukses menyelenggarakan acara buka puasa bersama 70 anak yatim di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu, 8 Maret. Kegiatan ini menandai tahun ketiga penyelenggaraan buka puasa bersama oleh Kedubes Singapura, yang selalu mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian. Acara ini menjadi perwujudan nyata dari sikap saling menghargai keberagaman, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Dengan mengusung tema “Harmony of Ramadan: Sharing Compassion”, acara ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi kebahagiaan, tetapi juga mencerminkan eratnya persahabatan antara Singapura dan Indonesia. Tema tersebut menekankan pentingnya harmoni, kepedulian, dan semangat berbagi yang menjadi inti dari bulan Ramadhan. Pemilihan Masjid Istiqlal sebagai lokasi juga bukan tanpa alasan, karena masjid ini telah lama menjadi simbol toleransi beragama dan moderasi di Indonesia.
Acara penting ini dihadiri oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, serta Gugun Gumilar, Staf Khusus yang mewakili Menteri Agama Republik Indonesia. Kehadiran para pejabat tinggi dari kedua negara ini semakin memperkuat pesan persahabatan dan dukungan terhadap nilai-nilai toleransi. Mereka bersama-sama menyaksikan momen berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.
Semangat Harmoni dan Persahabatan Lintas Batas
Dalam sambutannya, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, menyoroti kesamaan fundamental antara Singapura dan Indonesia yang jauh lebih penting daripada perbedaan geografis. Meskipun kedua negara dipisahkan oleh batas laut, Duta Besar Kwok Fook Seng menegaskan bahwa Singapura dan Indonesia dipersatukan oleh satu nilai inti, yaitu penghargaan atas keberagaman. Pernyataan ini menggarisbawahi fondasi kuat hubungan bilateral kedua negara.
Duta Besar Kwok Fook Seng melanjutkan dengan menjelaskan bagaimana keberagaman dirayakan sebagai kekuatan nasional di Singapura. Ia membandingkan hal ini dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” di Indonesia, yang menunjukkan kepada dunia bahwa ribuan pulau dan ratusan budaya dapat hidup berdampingan secara rukun. Penekanan pada nilai-nilai bersama ini memperkuat tema “Harmony of Ramadan” yang diusung dalam acara tersebut.
Masjid Istiqlal, sebagai lokasi acara, dipilih karena reputasinya sebagai simbol toleransi beragama dan moderasi di Indonesia. Pemilihan tempat ini secara strategis mendukung pesan Kedubes Singapura tentang pentingnya harmoni dan saling pengertian antarumat beragama. Kehadiran anak-anak yatim dan para tamu undangan di lingkungan yang sarat makna ini menambah kedalaman acara.
Komitmen Berbagi dan Edukasi Generasi Muda
Sebelum seluruh peserta berbuka puasa bersama, Kedubes Singapura turut membagikan paket santunan Ramadan kepada 70 anak yatim yang hadir. Pembagian santunan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, memberikan kebahagiaan dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. Momen ini menjadi salah satu puncak acara yang penuh makna.
Tidak hanya itu, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan, Kedutaan Besar Singapura juga telah menyelenggarakan dialog lintas agama. Acara ini berlangsung pada 4 Maret, bekerja sama dengan Voice of Istiqlal (VOI) dan The Institute of Democracy and Education (IDE). Dialog tersebut melibatkan 80 pemuda dari berbagai latar belakang, menunjukkan komitmen Kedubes Singapura dalam mendorong pemahaman dan toleransi di kalangan generasi muda.
Kegiatan dialog lintas agama ini bertujuan untuk mendorong pemahaman, toleransi, dan harmoni di kalangan generasi muda Indonesia. Melalui diskusi dan interaksi, diharapkan para pemuda dapat mengembangkan perspektif yang lebih luas dan saling menghargai perbedaan. Inisiatif ini selaras dengan upaya berkelanjutan untuk memperkuat persahabatan dan nilai-nilai bersama antara Singapura dan Indonesia.
Sumber: AntaraNews