Ratusan WNI Rayakan Idul Fitri 1447 H di KBRI Beijing, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Sekitar 400 WNI di Beijing dan sekitarnya merayakan Idul Fitri 1447 H dengan salat berjamaah di KBRI Beijing, mempererat tali silaturahmi dan menunjukkan kepedulian sosial terhadap Tanah Air.
Ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Beijing dan sekitarnya melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sekitar 400 jemaah berkumpul untuk menunaikan ibadah penting ini dalam suasana khidmat. Acara ini menjadi momen penting bagi diaspora Indonesia untuk merayakan hari kemenangan bersama.
Salat Id yang dimulai pukul 09.10 waktu setempat ini dipimpin oleh Imam Faruq Bil Adly, seorang mahasiswa S1 Central University of Finance and Economics. Meskipun cuaca cerah, suhu di Beijing saat itu sekitar 4 derajat Celcius, menambah kekhusyukan ibadah. Takbir dan tahmid telah bergema sejak pukul 08.30 waktu setempat, dilantunkan oleh Taqiudin Saleh.
Perayaan Idul Fitri di KBRI Beijing ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar WNI. Momen ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan kepedulian sosial, meskipun jauh dari tanah air.
Pesan Silaturahmi dan Persaudaraan di Hari Kemenangan
Dalam khotbah Idul Fitri, Khatib Dienny Redha Rahman menekankan pentingnya silaturahmi yang melampaui ikatan keluarga. Dienny, seorang mahasiswa S3 di Beijing University of Chemical Technology, menyerukan persaudaraan sesama muslim atau ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama bangsa atau ukhuwah wathaniyah, serta persaudaraan sesama umat manusia atau ukhuwah basyariyah.
Menurut Dienny, “Barang siapa ingin diperpanjang rezekinya, baiknya melakukan silaturahmi yang bukan hanya dengan saudara kandung tetapi juga persaudaraan sesama muslim atau ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama bangsa atau ukhuwah wathaniyah, dan persaudaraan sesama umat manusia atau ukhuwah basyariyah.” Penerapan nilai-nilai ini diyakini akan menciptakan negara dan bangsa yang aman, damai, serta lebih baik. Pesan ini relevan bagi WNI di Beijing yang hidup jauh dari keluarga inti mereka di Indonesia.
Dienny menambahkan, “Mari gunakan momen Idul Fitri untuk memupuk tali persaudaraan agar tercipta kerukunan dengan sesama, sekaligus menjadi momen untuk melepas kebencian, aura-ura negatif, ego hingga kemaraan dengan memberikan maaf kepada sesama dan memperkuat persaudaraan.” Ini adalah langkah penting untuk memperkuat persaudaraan di antara komunitas WNI di Beijing.
Dukungan Diaspora untuk Tanah Air dan Semangat Kontribusi Positif
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, didampingi istrinya Wiwik Oratmangun, menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 Hijriah secara langsung. Dubes Djauhari menyoroti bagaimana bulan Ramadhan mengajarkan kepedulian sosial dan semangat berbagi. KBRI Beijing aktif mengkoordinasikan pemberian zakat dan sedekah.
Bantuan tersebut ditujukan bagi saudara sebangsa di Aceh dan daerah lain yang tertimpa bencana alam di Indonesia. Meskipun berada jauh dari tanah air, WNI di Beijing tidak melupakan kondisi di Indonesia. Mereka terus memberikan dukungan dan doa agar para korban bencana dapat bangkit kembali dari kesulitan.
Dubes Djauhari juga menekankan bahwa Idul Fitri adalah momentum kembali ke fitrah, memperkuat komitmen menjadi insan yang lebih baik. Ia mengajak diaspora Indonesia untuk berkontribusi positif. “Kita mulai dari nol tapi dengan pace yang lebih cepat ke depan; sehingga dapat mendukung peran penting diaspora sebagai representasi Indonesia di dunia,” tambah Dubes Djauhari.
Kegiatan Ramadan dan Penggalangan Dana Kemanusiaan
Setelah salat Id, suasana kebersamaan berlanjut dengan salam-salaman antara WNI dan para pejabat KBRI. Dubes Djauhari, Wiwik Oratmangun, Wakil Kepala Perwakilan RI Parulian Silalahi, serta staf KBRI Beijing menyambut hangat seluruh jemaah. Acara kemudian dilanjutkan dengan gelar griya atau open house.
Gelar griya ini menyajikan hidangan khas Idul Fitri dengan berbagai masakan Nusantara, antara lain lontong sayur, opor ayam, rendang, dan sambal goreng hati. Ini memperkuat rasa kekeluargaan di antara WNI di Beijing dan mengobati kerinduan akan masakan rumah.
Selama bulan Ramadhan, KBRI Beijing bersama berbagai organisasi seperti kantor perwakilan Bank Indonesia di Beijing, Lintas Komunitas Muslim Indonesia-Tiongkok (LKMIT), Majelis Taklim At-Taqwa, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU), dan PCI Muhammadiyah, menyelenggarakan berbagai kegiatan. Ini termasuk buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah setiap hari, hingga pesantren Ramadhan.
Kegiatan pesantren Ramadhan mencakup monitoring Mutaba'ah Yaumiyah, kajian bersama, kelas bahasa Mandarin, hingga kajian daring. Upaya penggalangan zakat fitrah juga membuahkan hasil, dengan terkumpulnya Rp5,1 juta untuk korban bencana. Jumlah ini masih berpotensi bertambah karena panitia juga mengedarkan QR code kepada jemaah saat salat Id.
Sumber: AntaraNews