Keberagaman Perayaan di Jakarta, Pramono Nilai Ibu Kota Bisa Jadi Contoh Pendidikan Pancasila
Menurut Pramono, rangkaian kegiatan lintas agama yang digelar di ruang publik menunjukkan bahwa keberagaman di Jakarta kini bukan lagi menjadi isu.
Keberhasilan Jakarta menyelenggarakan perayaan keagamaan seperti Natal, Imlek, dan Nyepi, menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menunjukkan bahwa ibu kota bisa menjadi contoh penerapan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam konteks pendidikan.
Hal ini disampaikan Pramono dalam sambutannya di acara Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila bersama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4).
"Saya yakin Jakarta akan mudah-mudahan bisa menjadi role model dari proses pendidikan Pancasila ini bukan hanya sekadar dihafalkan, tetapi menjadi kehidupan sehari-hari di masyarakat," kata Pramono.
Kegiatan Lintas Agama
Menurut Pramono, rangkaian kegiatan lintas agama yang digelar di ruang publik menunjukkan bahwa keberagaman di Jakarta kini bukan lagi menjadi isu, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat.
"Sesuatu yang dulu dianggap tidak mungkin, ternyata sekarang menjadi sangat mungkin sekali," ucap dia.
Pramono menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif Pemprov DKI dalam membuka ruang publik bagi seluruh kelompok masyarakat, serta hadir langsung dalam berbagai kegiatan lintas budaya dan agama.
Menurutnya, pendekatan tersebut mendorong rasa memiliki masyarakat terhadap Jakarta sebagai kota bersama.
"Dengan demikian semua orang merasa memiliki bahwa Jakarta ini adalah milik kita bersama," kata dia.
Praktik Keberagaman
Lebih lanjut, ia menyebut praktik keberagaman yang berjalan di Jakarta saat ini dapat menjadi contoh konkret dalam penguatan pendidikan Pancasila, khususnya bagi para siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Pramono menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak cukup diajarkan secara teoritis, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui pengalaman langsung dalam masyarakat yang majemuk.
"Saya sengaja menyampaikan hal-hal riil, hal-hal praktik lapangan yang kita lakukan di Jakarta yang sekarang dianggap menjadi role model bagi daerah-daerah lain," katanya.