Kebanyakan Tidur Bisa Sebabkan Sakit Kepala, Ini Penjelasannya
Setelah tidur yang lama, tubuh membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk mengatur kembali sistem kardiovaskularnya.
Tidur yang terlalu lama dapat menyebabkan kita terbangun dengan rasa pusing. Hal ini disebabkan oleh berbagai proses alami yang berlangsung dalam tubuh saat kita beristirahat dalam waktu yang panjang.
Mengutip dari Sleep Medicine Journal (2023), "68 persen orang yang tidur lebih dari 9 jam cenderung mengalami sakit kepala saat bangun."
Setelah tidur dalam waktu yang lama, tubuh memerlukan sekitar 10-15 menit untuk menyesuaikan sistem kardiovaskularnya. Selama periode transisi ini, tekanan darah dan sirkulasi darah secara perlahan menyesuaikan dari posisi berbaring ke posisi berdiri.
Jika seseorang bangun terlalu cepat, proses adaptasi ini terputus, yang dapat memicu gejala pusing dan perasaan kepala berputar.
Saat tidur, tubuh kita tetap membakar kalori dengan rata-rata 40-60 kalori per jam. Energi yang dihasilkan ini kemudian berubah menjadi karbon dioksida dan uap air yang kita keluarkan melalui napas. Semakin lama kita tidur, semakin banyak cairan tubuh yang hilang tanpa ada kesempatan untuk diganti, karena kita tidak minum.
Tidur lebih dari 9 jam bisa mengakibatkan kekurangan cairan tubuh sekitar 500-800 ml. Hal ini mengakibatkan darah menjadi lebih kental dan tekanan darah menurun. Ketika kita bangun secara tiba-tiba, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke otak melawan gravitasi, yang menyebabkan kepala terasa berputar dan tubuh menjadi lemas.
Masalah ini diperburuk dengan turunnya kadar gula darah. Selama tidur yang panjang, otak tetap membutuhkan glukosa, tetapi kita tidak makan, sehingga cadangan gula di hati berkurang. Kombinasi dari kurangnya cairan, tekanan darah yang rendah, dan penurunan kadar gula darah adalah penyebab utama pusing setelah tidur terlalu lama.
Beberapa individu berisiko lebih tinggi mengalami pusing setelah tidur lama, terutama mereka yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi sebelum tidur, riwayat tekanan darah rendah atau anemia, mengonsumsi obat diuretik, atau tidur di ruangan dengan suhu yang tinggi.
Faktor-faktor ini dapat memperburuk dehidrasi dan penurunan tekanan darah yang terjadi selama tidur yang berkepanjangan. Untuk mencegah keluhan pusing saat bangun tidur, ada beberapa langkah praktis yang bisa diambil.
Pertama, pastikan untuk menjaga durasi tidur ideal antara 7-8 jam per hari, sesuai dengan kebutuhan tubuh. Setelah bangun, segera minum segelas air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
Hindari bangun secara tiba-tiba dengan cara duduk terlebih dahulu selama beberapa menit sebelum berdiri. Bagi mereka yang sering tidur lebih dari 8 jam, mengonsumsi camilan sehat sebelum tidur dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil selama masa istirahat yang panjang.
Penulis: Ade Yofi Faidzun