Kapolres Jaksel Pimpin Evakuasi Warga Terdampak Banjir Jakarta Selatan di Pondok Karya
Banjir Jakarta Selatan kembali melanda sejumlah wilayah, termasuk Pondok Karya, Mampang Prapatan. Kapolres Jaksel Kombes Polisi I Putu Yuni Setiawan memimpin langsung evakuasi warga terdampak, memastikan penanganan cepat dan koordinasi antarinstansi.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Polisi I Putu Yuni Setiawan memimpin evakuasi warga di Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang terdampak banjir setinggi 55 sentimeter (cm) pada Jumat (23/1). Upaya penanganan ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan masyarakat. Ketinggian air sempat hampir mencapai satu meter sebelum berangsur surut.
Kolaborasi antara Polres Metro Jakarta Selatan, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), serta jajaran kecamatan, kelurahan, dan Danramil menjadi kunci dalam proses evakuasi. Tim gabungan ini berkoordinasi erat di lapangan. Mereka berharap hujan segera reda agar genangan air bisa surut sepenuhnya.
Sebanyak 32 kepala keluarga (KK) di Pondok Karya terdampak oleh peristiwa banjir Jakarta Selatan ini. Meskipun demikian, belum ada laporan warga yang mengungsi karena banjir sudah menjadi fenomena langganan di kawasan tersebut. Posko terpadu dan perahu juga telah disiagakan untuk bantuan.
Penanganan Cepat dan Imbauan Keamanan
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Polisi I Putu Yuni Setiawan, secara langsung memantau kondisi di Pondok Karya. Beliau memastikan bahwa ketinggian air terus berangsur surut setelah sempat mencapai hampir satu meter. "Kita meninjau ke dalam ketinggian air sudah terus berangsur-angsur surut atau turun. Sekarang saat ini sudah ada di ketinggian 55 cm," ujarnya di lokasi kejadian.
Pihaknya berharap agar curah hujan tidak bertambah, sehingga proses surutnya air dapat berlangsung lebih cepat. Kelancaran aliran air yang tidak tersumbat menjadi faktor penting dalam penanganan banjir Jakarta Selatan ini. Koordinasi yang baik antarinstansi sangat vital dalam situasi seperti ini.
Polres Metro Jakarta Selatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, yang seringkali menjadi pemicu banjir. Warga diminta segera menghubungi pihak keamanan jika memerlukan bantuan atau evakuasi. "Kemudian untuk selama banjir, ini bisa menghubungi kita pihak keamanan, misalnya untuk keluar atau masuk," kata Kapolres.
Sebaran Banjir dan Data BPBD
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa hingga Jumat pagi pukul 08.00 WIB, sebanyak 125 RT dan 14 ruas jalan di Jakarta tergenang. Khusus di Jakarta Selatan, terdapat 55 RT yang terdampak banjir, menunjukkan luasnya cakupan masalah ini. Fenomena banjir Jakarta Selatan ini seringkali disebabkan oleh curah hujan tinggi.
Beberapa kelurahan di Jakarta Selatan yang terdampak meliputi Pondok Labu (1 RT, 20 cm, luapan Kali Krukut), Petogogan (26 RT, 30 cm, luapan Kali Krukut), dan Cipulir (1 RT, 90 cm). Ketinggian air bervariasi di setiap lokasi, mencerminkan kompleksitas penanganan. Kondisi ini menuntut respons cepat dari berbagai pihak terkait.
Selain itu, Kelurahan Pondok Pinang (4 RT, 50 cm, luapan Kali Pesanggrahan), Pela Mampang (9 RT, 75 cm, luapan Kali Mampang), dan Duren Tiga (1 RT, 40 cm) juga mengalami genangan. Wilayah Cilandak Timur (2 RT, 50 cm, luapan Kali Krukut), Pejaten Timur (3 RT, 50 cm, luapan Kali Ciliwung), dan Ulujami (8 RT, 70 cm, luapan Kali Pesanggrahan) turut terdampak.
- Kelurahan Pondok Labu: 1 RT, ketinggian 20 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Krukut.
- Kelurahan Petogogan: 26 RT, ketinggian 30 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Krukut.
- Kelurahan Cipulir: 1 RT, ketinggian 90 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi.
- Kelurahan Pondok Pinang: 4 RT, ketinggian 50 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Pesanggrahan.
- Kelurahan Pela Mampang: 9 RT, ketinggian 75 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Mampang.
- Kelurahan Duren Tiga: 1 RT, ketinggian 40 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi.
- Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT, ketinggian 50 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Krukut.
- Kelurahan Pejaten Timur: 3 RT, ketinggian 50 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Ciliwung.
- Kelurahan Ulujami: 8 RT, ketinggian 70 cm, penyebab Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Pesanggrahan.
Antisipasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Meskipun banjir sudah menjadi "langganan" di Pondok Karya, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Kesiapsiagaan dini sangat penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh banjir Jakarta Selatan. Warga diimbau untuk memantau informasi terkini dari BMKG.
Ketersediaan posko terpadu dan perahu di lokasi menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat dalam membantu warga. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan bantuan dapat segera diberikan jika situasi memburuk. Masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas ini jika diperlukan.
Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau saluran air, terus digalakkan. Tindakan ini merupakan upaya pencegahan jangka panjang untuk mengurangi frekuensi dan keparahan banjir Jakarta Selatan. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan.
Sumber: AntaraNews