Sejumlah warga di RT 05/RW 08, Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, menerima Bantuan Makanan Bergizi (MBG) gratis. Bantuan ini disalurkan kepada mereka yang terdampak banjir pada Jumat, 30 Januari. Inisiatif ini bertujuan meringankan beban masyarakat yang kesulitan akibat genangan air.
Bantuan MBG ini sangat membantu warga, terutama bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap atau sedang tidak bekerja. Proses penerimaan bantuan tidak memerlukan syarat khusus, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi darurat. Ini menjadi dukungan vital bagi keluarga yang terdampak.
Salah satu penerima manfaat, Ade (40), mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan makanan tersebut. Ia merasa sangat terbantu, terutama karena anaknya sedang menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang menuntut perhatian lebih di tengah kondisi banjir. Bantuan ini memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Advertisement
Advertisement
Bantuan Makanan Bergizi (MBG) yang disalurkan di Pejaten Timur terbukti sangat meringankan beban warga terdampak banjir. Banyak keluarga yang kesulitan secara finansial akibat musibah ini, sehingga makanan gratis menjadi penopang penting. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah.
Ade (40), seorang ibu yang anaknya sedang PJJ, merasakan langsung manfaat dari Bantuan MBG. Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut sangat membantu karena "nggak semuanya orang ada keuangan, dan ada yang nggak kerja kan gitu, ya. Makanya, ya, terbantu banget sebenarnya," katanya. Kondisi banjir membuat aktivitas ekonomi terhenti, memperparah kesulitan warga.
Paket MBG yang diterima warga Pejaten Timur berisi nasi, telur, tempe, dan sayur jagung, menyediakan nutrisi yang cukup. Menurut Ade, bantuan ini diterima tanpa syarat, menegaskan bahwa program ini murni ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan respons cepat terhadap krisis.
Advertisement
Kondisi banjir juga mempersulit proses pembelajaran jarak jauh bagi anak-anak sekolah. Ade mengaku kesulitan mendampingi anaknya belajar karena harus fokus pada pemulihan pasca-banjir. "Agak ribet, iya. Saya sampai nggak ngejalanin PJJ jadinya, cuma absen aja udah jadinya," ucap Ade. Bantuan makanan ini setidaknya mengurangi satu beban pikiran bagi para orang tua.
Advertisement
Banjir yang melanda RT 05/RW 08 Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, mencapai ketinggian signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ketinggian air mencapai 260 sentimeter pada Jumat pagi. Situasi ini menunjukkan tingkat keparahan bencana.
Sebelumnya, pada pukul 05.00 WIB, ketinggian banjir di lokasi tersebut bahkan sempat menyentuh angka 320 sentimeter. Curah hujan yang tinggi dan luapan Kali Ciliwung menjadi penyebab utama genangan air yang ekstrem ini. Warga harus menghadapi tantangan besar akibat kondisi lingkungan.
Data dari BPBD DKI menunjukkan bahwa banjir tidak hanya terjadi di Pejaten Timur, tetapi juga melanda delapan RT di Jakarta Selatan. Wilayah lain yang terdampak meliputi satu RT di Tanjung Barat, satu RT di Pengadegan, dua RT di Rawajati, dan satu RT di Kebon Baru. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 350 sentimeter hingga pukul 12.00 WIB.
Advertisement
Dampak dari banjir ini sangat terasa bagi aktivitas sehari-hari warga, termasuk pendidikan. Ade menyebutkan bahwa kondisi banjir membuatnya tidak dapat sepenuhnya menjalankan PJJ anaknya, hanya bisa melakukan absensi. Pemulihan pasca-banjir menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga.
- Ketinggian banjir di RT 05/RW 08 Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur mencapai 260 cm pada Jumat pagi.
- Puncak ketinggian banjir di lokasi tersebut sempat mencapai 320 cm pada pukul 05.00 WIB.
- Banjir melanda total delapan RT di Jakarta Selatan, termasuk Pejaten Timur, Tanjung Barat, Pengadegan, Rawajati, dan Kebon Baru.
- Ketinggian air di berbagai lokasi terdampak bervariasi antara 30 cm hingga 350 cm.
- Penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
- Isi paket Bantuan Makanan Bergizi (MBG) meliputi nasi, telur, tempe, dan sayur jagung.
Sumber: AntaraNews
Advertisement