Banjir setinggi kurang lebih 80 centimeter melanda wilayah Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, sejak Minggu (10/5) pagi. Peristiwa ini menyebabkan ratusan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari segera mengerahkan personel untuk mengevakuasi warga terdampak. Mereka juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang layak serta bantuan logistik yang memadai.
Banjir ini merupakan dampak dari luapan Kali Wanggu setelah Kota Kendari diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi.
Advertisement
Advertisement
Evakuasi dan Penanganan Korban Banjir Kendari
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyatakan bahwa sebanyak 126 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 317 orang terdampak banjir di empat RT. Semua warga tersebut telah dievakuasi dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Tim BPBD Kota Kendari telah diturunkan ke lokasi untuk memantau situasi dan membantu proses evakuasi warga. Mereka memastikan bahwa setiap warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Warga yang mengungsi ditempatkan di empat tenda darurat yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sultra. Beberapa warga lainnya memilih untuk menginap di rumah kerabat mereka yang tidak terdampak.
Advertisement
Cornelius Padang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menangani masyarakat di sekitar Kali Wanggu dengan baik. Prioritas utama adalah keselamatan dan kesejahteraan para pengungsi.
Advertisement
Bantuan Logistik dan Kondisi Pengungsian
Selain penyediaan tenda darurat, Pemkot Kendari juga menyalurkan berbagai kebutuhan pokok bagi para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi pasokan air bersih, makanan siap saji, dan pakaian layak pakai.
Fasilitas pengungsian terus dipantau untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan warga. Petugas kesehatan juga disiagakan untuk memberikan layanan medis jika diperlukan oleh para korban Banjir Kendari.
Ratusan rumah warga dan dua gedung sekolah dilaporkan terendam air akibat Banjir Kendari ini. Kerugian materiil sedang dalam pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait untuk estimasi kerusakan.
Advertisement
Upaya kolaboratif antara Pemkot Kendari dan Dinsos Provinsi Sultra menunjukkan respons cepat dalam menghadapi bencana. Hal ini penting untuk meminimalkan dampak buruk yang dirasakan oleh masyarakat.
Advertisement
Penyebab dan Peringatan Dini Banjir Kendari
Banjir di Kendari ini disebabkan oleh luapan Kali Wanggu yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan deras. Intensitas hujan yang tinggi telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir di wilayah Kota Kendari.
Camat Baruga, Bustam, mengungkapkan bahwa jumlah warga terdampak terus meningkat seiring tingginya curah hujan. Data awal menunjukkan 43 KK, namun kemudian melonjak menjadi 126 KK atau 317 jiwa yang terdampak di RT 4, 12, 13, dan 14.
BPBD mengimbau seluruh masyarakat Kota Kendari untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kondisi saat ini masih berada dalam musim hujan dengan potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu Banjir Kendari susulan.
Advertisement
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai. Langkah-langkah antisipatif telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam lainnya di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews