Kabupaten PPU Perluas Program MBG dengan Tambah SPPG Baru di Waru
Penajam Paser Utara memperkuat intervensi gizi masyarakat melalui perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menambah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di Kecamatan Waru. Simak detail operasionalnya!
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, tengah memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakatnya. Inisiatif ini ditandai dengan penambahan satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang berlokasi di Kecamatan Waru. SPPG anyar ini dijadwalkan akan segera beroperasi untuk meningkatkan cakupan penerima manfaat.
Kepala SPPG Waru, Muhammad Andi Rizky, mengonfirmasi bahwa distribusi paket menu MBG dari dapur baru ini akan dimulai pada 2 Februari 2026. Pembukaan SPPG kelima di PPU ini menjadi langkah strategis dalam upaya pemerintah daerah memastikan asupan gizi yang optimal. Langkah ini juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kesehatan peserta didik.
Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Program MBG secara signifikan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dengan beroperasinya SPPG Waru, total terdapat lima SPPG yang aktif melayani kebutuhan gizi di wilayah tersebut. Hal ini akan berdampak positif pada ribuan peserta didik yang menjadi sasaran program.
Perluasan Jangkauan dan Target Operasional
Penambahan SPPG di Kecamatan Waru ini menandai perluasan signifikan Program MBG di Penajam Paser Utara. Sebelumnya, kabupaten ini telah memiliki empat SPPG yang beroperasi, yaitu dua di Kecamatan Penajam dan dua di Kecamatan Sepaku. Kehadiran SPPG Waru akan melengkapi infrastruktur gizi yang sudah ada.
Muhammad Andi Rizky menjelaskan bahwa pada tahap awal, SPPG Waru akan menyediakan 1.000 paket makanan bergizi per hari kepada peserta didik di tiga satuan pendidikan. Kapasitas ini akan disesuaikan dengan proses administrasi dan sertifikasi dapur yang sedang berjalan. Setelah evaluasi awal dan pemenuhan seluruh sertifikasi yang diperlukan, kapasitas produksi SPPG Waru akan ditingkatkan secara bertahap.
Peningkatan ini juga akan diikuti dengan perluasan sasaran penerima manfaat. Targetnya, produksi harian dapat mencapai 2.500 hingga 3.000 porsi per hari. Peningkatan kapasitas produksi dilakukan SPPG di Kecamatan Waru yang ditargetkan mencapai 2.500-3.000 porsi per hari, demikian Muhammad Andi Rizky.
Persiapan Teknis dan Standar Gizi
Sebelum memulai distribusi, seluruh aspek teknis operasional SPPG Waru telah dipersiapkan dengan matang. Ini mencakup pendataan komprehensif terhadap peserta didik yang memiliki riwayat alergi makanan tertentu. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan konsumsi bagi semua penerima manfaat.
Penyusunan menu bergizi dilakukan oleh tenaga ahli gizi yang profesional, memastikan setiap sajian memenuhi standar nutrisi yang dibutuhkan. Selain itu, menu pengganti juga disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan khusus atau variasi. Setiap hari, menu yang disajikan akan bervariasi untuk menghindari kebosanan dan memastikan kecukupan gizi.
Proses sertifikasi dapur, termasuk uji kelayakan higiene dan sertifikasi halal pangan, sedang dalam tahap penyelesaian. Peningkatan kapasitas produksi SPPG yang dikelola oleh Yayasan Bakti Benuo Taka ini diproyeksikan akan dilakukan setelah SPPG beroperasi minimal satu bulan. Ini juga bergantung pada perolehan sertifikasi laik higiene dari instansi terkait.
Dampak dan Rencana Pengembangan Program MBG
Hingga saat ini, empat SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara berhasil menjangkau 7.257 peserta didik. Dengan bergabungnya SPPG Waru, total jumlah SPPG menjadi lima, yang secara signifikan memperkuat pelaksanaan Program MBG di seluruh wilayah. Peningkatan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak sekolah.
Dapur MBG di Kecamatan Waru tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga menyiapkan rencana perluasan layanan. Rencana ini menargetkan kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan intervensi gizi masyarakat yang lebih komprehensif.
Perluasan sasaran ke kelompok 3B menunjukkan visi jangka panjang Program MBG untuk mengatasi masalah gizi di berbagai lapisan masyarakat. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan dapat tercipta generasi yang lebih sehat dan berdaya saing. Program ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di PPU.
Sumber: AntaraNews