Distribusi MBG Bangka Meluas, Pemkab Targetkan 31 SPPG Beroperasi
Pemerintah Kabupaten Bangka memperluas distribusi MBG Bangka bagi pelajar. Dengan target 31 SPPG beroperasi, program Makan Bergizi Gratis ini akan menjangkau lebih banyak siswa di seluruh wilayah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus menunjukkan perluasan jangkauan. Pemerintah Kabupaten Bangka, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), mengumumkan bahwa distribusi layanan ini semakin merata. Perluasan ini terjadi seiring dengan pertambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kabupaten Bangka, Boy Yandra, menjelaskan bahwa layanan distribusi MBG kini mulai menyebar di berbagai sekolah. Awalnya hanya empat SPPG yang melayani distribusi MBG, namun kini jumlahnya telah meningkat menjadi sembilan SPPG yang aktif beroperasi. Peningkatan ini merupakan indikator positif dari komitmen Pemkab dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa.
Peningkatan signifikan ini menjadi bagian dari target ambisius Pemerintah Kabupaten Bangka untuk mendirikan total 31 SPPG. SPPG-SPPG tersebut akan tersebar secara merata di delapan wilayah kecamatan di Kabupaten Bangka. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap pelajar mendapatkan akses terhadap asupan gizi yang berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang dan aktivitas belajar mereka.
Jangkauan SPPG Meluas, Distribusi MBG Bangka Lebih Merata
Boy Yandra merinci daftar sembilan SPPG yang telah beroperasi penuh di Kabupaten Bangka. SPPG tersebut meliputi Pemali, Parit Pekir, Imam Bonjol, Air Anyut, Kuto Panji Belinyu, Polda Babel di Merawang, Parit Padang, Air Ruay, dan Bukit Ketok Belinyu. Keberadaan SPPG ini sangat vital dalam memastikan kelancaran program Makan Bergizi Gratis.
Selain SPPG yang sudah aktif, terdapat pula empat SPPG lain yang dijadwalkan akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Lokasi SPPG tambahan ini mencakup Nangnung, Kampung Gudang Belinyu, Mendo Barat Kace 1, dan Mendo Barat Kace 2. Penambahan ini akan semakin memperkuat infrastruktur distribusi MBG di wilayah Kabupaten Bangka.
Berdasarkan data kebutuhan MBG untuk siswa di masing-masing sekolah, Pemkab Bangka menargetkan pendirian 31 SPPG secara keseluruhan. Setiap dapur SPPG diperkirakan akan melayani sekitar 2.000 siswa. Dengan melihat progres layanan SPPG yang terus bertambah, Boy Yandra menyatakan optimisme bahwa target ini akan tercapai tepat waktu.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Penyerapan Produk Petani dan Nelayan
Dalam implementasi program MBG, Boy Yandra juga memberikan imbauan penting kepada para pengelola SPPG. Ia mendorong agar SPPG menyerap produk-produk lokal yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Langkah ini bukan hanya mendukung program gizi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan perekonomian daerah.
Kabupaten Bangka memiliki kekayaan produk dari masyarakat dan petani lokal yang sangat potensial untuk diserap oleh dapur SPPG. Produk-produk tersebut mencakup hasil perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian, serta produk lokal lainnya. Pemanfaatan bahan baku lokal ini akan menjamin kesegaran dan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.
Dengan menyerap produk lokal, program Makan Bergizi Gratis ini menciptakan efek domino positif. Petani dan nelayan mendapatkan pasar yang stabil untuk hasil panen mereka, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Ini adalah contoh nyata bagaimana program pemerintah dapat terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Sumber: AntaraNews