Kabar Baik! PBB 2026 Bakal Dapat Insentif, Ada Diskon hingga Gratis
Pramono menyatakan bahwa saat ini ia sedang menyusun enam paket kebijakan insentif untuk PBB-P2 tahun 2026, yang mencakup pembebasan pajak hingga 100 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pemerintahnya sedang mempersiapkan kebijakan baru terkait insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk tahun 2026.
"Pemerintah DKI Jakarta konsisten untuk menjaga ekonomi pemerintah provinsi DKI Jakarta, untuk itu kami akan segera mengeluarkan kebijakan baru mengenai insentif PBB-P2 tahun 2026 yang kurang lebih ada enam paket kebijakan," ujarnya usai konferensi pers mengenai Realisasi APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (17/4/2026).
Pramono menambahkan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan Jakarta.
"Pemerintah DKI Jakarta konsisten untuk menjaga ekonomi pemerintah provinsi DKI Jakarta, untuk itu kami akan segera mengeluarkan kebijakan baru mengenai insentif PBB-P2 tahun 2026 yang kurang lebih ada enam paket kebijakan," tegasnya. Ia juga menjelaskan bahwa skema insentif yang dirancang tidak hanya mencakup pembebasan pajak, tetapi juga memberikan keringanan bagi wajib pajak tertentu.
"Bagi yang dibebaskan kami akan bebaskan 100 persen, tapi bagi yang dikenakan kami akan mengurangi dan sebagainya, itu yang akan segera kita putuskan," tutupnya.
Mempertahankan Daya Beli
Pramono menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat untuk memberikan dorongan kepada masyarakat sekaligus mempertahankan daya beli di tengah perubahan kondisi ekonomi. Diharapkan dengan adanya insentif ini, tingkat kepatuhan dalam pembayaran pajak juga akan meningkat.
"Mudah-mudahan ini akan membuat masyarakat akan semakin bergairah dan konsisten dan ikut memiliki Jakarta," ujar Pramono. Meskipun demikian, Pramono belum memberikan rincian mengenai enam paket kebijakan yang dimaksud. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih sedang menyempurnakan formulasi kebijakan tersebut sebelum diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.