Jelang Idul Fitri, Pemkot Bengkulu Perketat Penerapan Jalur Satu Arah di KZ Abidin I
Pemerintah Kota Bengkulu terus memperketat penerapan jalur satu arah di kawasan KZ Abidin I dan II guna memastikan ketertiban lalu lintas serta mengantisipasi kemacetan jelang Idul Fitri 1447 H.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kini secara konsisten memperketat implementasi jalur satu arah di area KZ Abidin I dan KZ Abidin II. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran serta ketertiban arus lalu lintas di kota tersebut. Kebijakan ini juga bertujuan mengantisipasi potensi kemacetan, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu, Toni Hastry Putra, menegaskan komitmen pengawasan ini. Ia menyatakan personel telah ditugaskan langsung untuk membantu serta mengawasi pergerakan lalu lintas. Hal tersebut dilakukan agar para pengendara dapat mematuhi aturan yang berlaku di kawasan tersebut.
Sosialisasi intensif juga menjadi fokus utama Pemkot Bengkulu dalam kebijakan ini. Pihaknya mengeluarkan surat tugas khusus bagi personel Dishub untuk melakukan sosialisasi. Pengawasan langsung di titik-titik strategis kawasan KZ Abidin juga terus dilakukan.
Pengawasan Intensif dan Sosialisasi Dishub
Dinas Perhubungan Kota Bengkulu telah menugaskan sebanyak sepuluh personel untuk berjaga setiap hari. Kehadiran petugas ini difokuskan pada jam-jam sibuk, yaitu pagi dan sore hari. Mereka bertugas memandu pengendara yang belum familiar dengan pola arus baru.
Selain itu, petugas juga berperan penting dalam mencegah potensi kemacetan. Hal ini terutama akibat kendaraan yang masih berupaya melawan arus di kawasan KZ Abidin I dan II. Sosialisasi ini penting agar masyarakat memahami penuh pola arus baru.
Periode sosialisasi dan pengawasan intensif ini direncanakan berlangsung hingga 31 Maret 2026. Tanggal ini dianggap sebagai fase krusial bagi adaptasi masyarakat terhadap perubahan sistem lalu lintas. Tujuannya adalah menghindari kebingungan di masyarakat Bengkulu.
Kolaborasi dengan Juru Parkir untuk Kedisiplinan Kolektif
Dalam upaya memperkuat penerapan jalur satu arah, Dishub Kota Bengkulu turut melibatkan unsur pendukung di lapangan. Para juru parkir di sekitar kawasan KZ Abidin menjadi bagian penting dari strategi ini. Keterlibatan mereka diharapkan menciptakan kedisiplinan kolektif.
Toni Hastry Putra menjelaskan bahwa juru parkir diajak aktif mengarahkan kendaraan pengguna jasa parkir. Tujuannya agar tidak melawan arus dan tetap mengikuti ketentuan baru yang telah ditetapkan. Kerja sama ini dinilai sangat vital untuk keberhasilan kebijakan.
Dengan adanya partisipasi juru parkir, pengawasan menjadi lebih efektif karena pengendara menerima arahan langsung. Hal ini terutama saat mereka hendak memarkirkan kendaraannya di area tersebut. Sinergi ini diharapkan menjadikan sistem jalur satu arah berjalan tertib dan lancar.
Sumber: AntaraNews