Jam Malam Anak di Depok Berlaku 3 Juni 2025: Dilarang Keluar Jam 9 Malam, Bakal Ada Razia
Anak-anak di Depok dilatant keluar di atas jam 9 malam.
Wali Kota Depok Supian Suri mulai memberlakukan pembatasan jam malam bagi peserta didik yang diprogramkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mulai Rabu, 3 Juni 2025.
Dedi Mulyadi mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 51/PA.03/DISDIK Tentang Penetapan Jam Malam Bagi Peserta Didik untuk Mewujudkan Generasi Pancasila Waluya Jawa Barat Istimewa yang ditandatangani secara elektronik pada 23 Mei 2025.
“Insyaallah, besok kita bisa mulai lakukan,” kata Supian usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Markas Divif 1 Kostrad Cilodong, Depok, Selasa (2/6).
Minta Bantuan Polisi Razia Jam Malam
Anak-anak usia pelajar dilarang untuk berada di luar rumah diatas jam 21.00 WIB. Ini adalah implementasi dari kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam rangka mendisiplinkan anak-anak usia sekolah.
“Terkait dengan penanganan disiplin ini mohon izin tadi saya udah sampaikan kepada Forkopimda, bahwa kami menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Pak Gubernur juga akan menjadi bagian untuk meningkatkan disiplin anak-anak Kota Depok khususnya para pelajar tidak lagi berkeliaran di atas jam sembilan (malam),” ujarnya.
Supian meminta bantuan dan sinergi dari TNI-Polri serta stakeholder terkait lainnya untuk dapat melaksanakan penerapan jam malam di Depok. Supian berharap dapat terwujud lingkungan yang kondusif di Kota Depok.
“Untuk itu kami mohon dukungan dari Bapak-bapak dari TNI dan Polri untuk sama-sama kita mengontrol lingkungan kita dukungan para kepala wilayah Pak Camat para Lurah didukung dengan Pak Kapolsek dan Danramil didukung dengan Pak Babinsa Babinkamtibmas untuk sama-sama kita memonitor lingkungan kita,” tukasnya.
Batas jam 9 Malam
Orang tua dimbau untuk memperhatikan anaknya agar tidak berada di luar rumah diatas jam 21.00 WIB. Anak-anak diimbau ada di rumah dan istirahat bersama orang tua.
“Jangan sampai di atas jam 9 (malam) anak-anak kita di luar sana masih berkeliaran, masih nongkrong-nongkrong, kita ingin mereka kembali ke rumah untuk sama-sama beristirahat atau kembali ke rumah bersama orang tua keluarga di jam-jam yang sudah atau tidak layak mereka ada di luar,” ucapnya.
Supian juga berpesan agar anak-anak bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sehingga mereka memiliki adab dan perilaku berkeprikemanusiaan.
“Kemudian dalam kesempatan baik ini juga kami berharap anak-anak kita adalah bisa mengamalkan khususnya yang mengikuti kegiatan ini Pancasila sila kedua adalah manusia-manusia yang beradab manusia-manusia yang punya attitude manusia-manusia yang berkeprikemanusiaan,” katanya.
Supian mengatakan, dirinya memiliki harapan besar terhadap kegiatan ini. Anak-anak diharapkan mempunyai saudara yang mengukuhkan persatuan diantara mereka.
“Dan yang ketiga kami punya harapan yang besar terhadap kegiatan ini anak-anak kita mempunyai saudara yang banyak mengukuhkan persatuan diantara mereka yang pada akhirnya persatuan terhadap negeri ini juga bisa terbangun,” pungkasnya.