Jalur One Way Kendal-Pejagan Disiapkan untuk Arus Balik Lebaran 2026
Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa jalur one way sepenggal dari Kendal hingga Pejagan untuk memastikan kelancaran puncak arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini akan diterapkan secara situasional.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi puncak arus balik kedua Lebaran 2026. Skema ini berupa penerapan jalur satu arah atau one way sepenggal demi kelancaran perjalanan pemudik. Langkah ini diambil guna memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan aman selama periode krusial tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra, menjelaskan bahwa pemberlakuan jalur one way ini akan dimulai dari KM 390 Kendal hingga Pejagan. Kebijakan ini akan diimplementasikan secara fleksibel, tergantung pada kondisi kepadatan arus lalu lintas di lapangan. Persiapan matang telah dilakukan untuk mendukung kelancaran arus balik.
Puncak arus balik kedua Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi pada Minggu malam, 29 Maret. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas ini disiapkan untuk menghadapi lonjakan kendaraan yang diperkirakan akan melintasi jalur tol tersebut. Pemudik diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan.
Strategi Penerapan Jalur One Way Sepenggal
Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra menegaskan bahwa penerapan jalur one way sepenggal ini akan dilakukan berdasarkan volume kendaraan yang melintas. Jika kepadatan arus lalu lintas mencapai 3.000 kendaraan per jam, maka jalur satu arah akan segera diberlakukan. Ini adalah respons cepat terhadap potensi kemacetan parah.
Namun, apabila volume kendaraan masih berada di kisaran 2.500 hingga 2.800 kendaraan per jam, kondisi lalu lintas akan tetap dipertahankan normal. Polda Jawa Tengah menyatakan kesiapannya untuk memberlakukan skema ini kapan saja diperlukan. Fleksibilitas ini menjadi kunci dalam manajemen arus balik Lebaran 2026.
Keputusan untuk memulai jalur one way dari KM 390 Kendal, bukan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, memiliki alasan strategis. Tujuannya adalah untuk mempermudah penguraian kepadatan arus lalu lintas sejak awal. Ini diharapkan dapat mencegah penumpukan kendaraan di titik-titik krusial.
Optimalisasi Arus Lalu Lintas Menuju Jawa Barat
Dengan penerapan jalur one way dari Kendal, pemudik yang datang dari arah Timur akan lebih cepat mencapai Pejagan. Strategi ini dirancang untuk memperpendek waktu tempuh dan mengurangi potensi kemacetan. Kecepatan perjalanan menjadi prioritas utama pihak kepolisian.
Selain itu, mekanisme ini juga bertujuan untuk menghindari penumpukan kendaraan saat memasuki wilayah Jawa Barat. Penumpukan sering terjadi di area seperti Cikampek maupun Cirebon pada periode arus balik. Pengaturan ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.
Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra berharap melalui rekayasa lalu lintas ini, arus kendaraan dapat bergerak lebih lancar dan efisien. Pemudik juga diimbau untuk menjaga kecepatan berkendara antara 40 hingga 50 km per jam. Hal ini penting terutama saat kondisi arus balik padat demi keselamatan bersama.
Sumber: AntaraNews