Arus Mudik Jalur Arteri Jabar Naik 10 Persen, Kapolda Pastikan Lalu Lintas Lancar
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol Rudi Setiawan melaporkan peningkatan sekitar 10 persen pada arus mudik jalur arteri Jabar, namun kondisi lalu lintas tetap lancar berkat strategi rekayasa lalu lintas yang efektif.
Arus kendaraan pada jalur arteri di wilayah Jawa Barat menunjukkan peningkatan signifikan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Peningkatan ini mencapai sekitar 10 persen dibandingkan kondisi normal. Meskipun demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa kondisi lalu lintas di sejumlah jalur utama menuju wilayah Priangan Timur masih terpantau lancar.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar), Irjen Pol Rudi Setiawan, menyampaikan informasi ini saat meninjau Pos Terpadu Dermaga Sunda di Nagreg, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 15 Maret 2026. Fokus pengawasan saat ini beralih ke jalur arteri setelah sebelumnya kepolisian melakukan pengaturan di ruas jalan tol.
Kondisi lalu lintas yang tetap lancar ini merupakan hasil dari penerapan berbagai strategi manajemen lalu lintas yang telah disiapkan. Kepolisian terus berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
Strategi Efektif Urai Kepadatan Jalur Arteri
Untuk mengurai potensi kepadatan di jalur arteri, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah sepenggal. Sistem ini diberlakukan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan bahwa manajemen lalu lintas one way sepenggal ini dilakukan dengan koordinasi erat bersama Direktorat Lalu Lintas. Rekayasa ini diterapkan segera ketika antrean kendaraan mulai memanjang.
Metode ini terbukti cukup efektif dalam mencairkan arus kendaraan. Dalam waktu yang relatif singkat, kepadatan lalu lintas dapat terurai dengan baik.
“Tadi dilaporkan sekitar sembilan sampai sepuluh menit arus sudah kembali lancar setelah diterapkan one way sepenggal,” ujar Rudi, menekankan keberhasilan strategi tersebut.
Antisipasi Puncak Arus Mudik dan Kesiapan Pengamanan
Kapolda Jabar memperkirakan bahwa puncak arus mudik di wilayah Jawa Barat kemungkinan besar akan terjadi pada tanggal 19 hingga 20 Maret 2026. Prediksi ini menjadi acuan bagi kepolisian dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Menghadapi lonjakan kendaraan yang diprediksi, kepolisian bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Persiapan ini mencakup penempatan personel dan sarana prasarana pendukung.
Tujuannya adalah untuk memastikan perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman dan lancar bagi seluruh masyarakat. Seluruh jajaran telah disiapkan untuk menghadapi peningkatan arus tersebut.
“Kami ingin arus mudik ini lancar, mudik aman, keluarga bahagia,” tambah Rudi, menegaskan komitmen Polda Jabar dalam melayani pemudik.
Sumber: AntaraNews