Korlantas Polri Buka Peluang Terapkan One Way Nasional Arus Balik di Tol Trans Jawa

Korlantas Polri mempertimbangkan penerapan One Way Nasional Arus Balik di Tol Trans Jawa dari KM 414 hingga KM 70 jika volume kendaraan meningkat drastis. Simak detail rencana rekayasa lalu lintas ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Korlantas Polri Buka Peluang Terapkan One Way Nasional Arus Balik di Tol Trans Jawa
Korlantas Polri mempertimbangkan penerapan One Way Nasional Arus Balik di Tol Trans Jawa dari KM 414 hingga KM 70 jika volume kendaraan meningkat drastis. Simak detail rencana rekayasa lalu lintas ini! (AntaraNews)

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membuka peluang untuk memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional. Skema ini direncanakan akan diterapkan pada arus balik Lebaran 2026, khususnya dari Km 414 hingga Km 70 Tol Trans Jawa. Kebijakan ini merupakan langkah antisipatif untuk mengurai kepadatan kendaraan jika terjadi peningkatan volume yang signifikan menuju Jakarta.

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, saat berada di Karawang Barat, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari, menyatakan bahwa pihaknya akan memantau secara cermat jumlah kendaraan yang bergerak menuju ibu kota. Penentuan titik awal penerapan one way nasional akan sangat bergantung pada dinamika dan bangkitan arus lalu lintas di lapangan.

Kakorlantas Agus Suryonugroho menambahkan bahwa titik awal one way bisa bergeser dari Km 414 ke lokasi lain. Jika tidak ada peningkatan arus lalu lintas yang tinggi, kemungkinan titik awal akan digeser ke Batang atau Kendal. Hal ini menunjukkan fleksibilitas Korlantas Polri dalam menyesuaikan rekayasa lalu lintas sesuai kondisi aktual di lapangan.

Penerapan one way nasional merupakan strategi utama Korlantas Polri untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2026. Rencana ini disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan dari berbagai wilayah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang akan kembali ke Jakarta. Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat pergerakan pemudik dan mengurangi penumpukan kendaraan di ruas tol.

Kakorlantas Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa skenario one way nasional akan diberlakukan secara bertahap. Titik awal yang paling jauh adalah Km 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, dan akan berakhir di Km 70 Tol Cikampek Utama. Namun, skema ini sangat adaptif dan dapat disesuaikan, bahkan bisa dimulai dari Km 275 Batang atau Km 390 Kendal, tergantung hasil pemantauan intensif.

Evaluasi terhadap arus balik di jalur Trans Jawa menjadi dasar penyusunan skenario ini. Pemerintah berkomitmen untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap agar kepadatan dapat diurai lebih cepat jika volume kendaraan meningkat. Prioritas utama adalah kelancaran arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta.

Pada Jumat, 27 Maret 2026, arus lalu lintas terpantau relatif landai, sehingga Korlantas Polri memfokuskan perhatian pada penindakan kendaraan sumbu tiga. Penertiban ini dilakukan terhadap angkutan barang yang melanggar kebijakan batasan operasional angkutan barang. Langkah ini diambil atas perintah Kapolri untuk memprioritaskan perjalanan mudik agar aman dan lancar bagi para pemudik.

Kakorlantas Agus Suryonugroho menegaskan bahwa pihaknya mengimbau para pengusaha logistik sumbu tiga untuk tidak beroperasi sementara waktu. Kebijakan ini adalah bagian dari upaya Korlantas Polri untuk mengurangi potensi hambatan dan memastikan jalur tol dapat digunakan secara optimal oleh kendaraan pribadi pemudik.

Sebelumnya, Korlantas Polri telah memberlakukan one way lokal Presisi pada Jumat, 27 Maret 2026, sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas awal. Rekayasa ini terdiri dari dua tahap:

  • Tahap pertama Presisi: Diberlakukan dari Km 132 Tol Cipali sampai dengan Km 70 Tol Cikampek Utama.
  • Tahap kedua Presisi: Dibuka dari Km 263 Tol Pejagan sampai dengan Km 70.

Penerapan one way lokal ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang terus bergerak menuju wilayah Jabodetabek. Korlantas Polri juga memantau arus kendaraan dari Jawa Barat serta dari Banten dan Trans Sumatera yang masuk ke Pulau Jawa, memastikan distribusi kendaraan tetap terjaga dan tidak menumpuk di satu ruas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi