Ipda Angga Mufajar Dilaporkan Hilang Terseret Arus Banjir Sumbar
Semua personel dikerahkan untuk bekerja sejak pagi hingga larut malam, mengikuti perkembangan situasi dan kondisi medan pascabencana.
Seorang personel Ditreskrimum Polda Riau, Ipda Angga Mufajar dilaporkan hilang dalam bencana banjir di Sumatera Barat (Sumbar). Kini, polisi disebar melakukan operasi pencarian.
"Proses pencarian melibatkan tim Ditreskrimum Polda Riau, personel Reskrim Polres Kampar dan Polres Padang Panjang, warga lokal sebagai penunjuk arah, serta relawan Mapala Sumbar yang memahami karakteristik aliran sungai di kawasan tersebut," jelas Kombes Anom melalui keterangan pers diterima, Selasa (2/12).
Semua personel dikerahkan untuk bekerja sejak pagi hingga larut malam, mengikuti perkembangan situasi dan kondisi medan pascabencana.
"Tim pencarian bekerja menyusuri Sungai Jembatan Kembar, lokasi ditemukannya kendaraan yang ditumpangi korban hingga ke enam anak sungai yang memiliki potensi menjadi jalur hanyutnya korban," jelas Kombes Anom.
Kombes Anom merinci, pada Senin (1/12) malam, kegiatan penyisiran dilakukan hingga pukul 24.00 Wib dan dilanjutkan kembali hari ini dengan penambahan personel dari Polres Kampar.
"Pencarian dilakukan dengan menyisir bantaran sungai, memeriksa cekungan, tumpukan material banjir, serta titik-titik yang dinilai memiliki potensi ditemukannya korban," jelas dia.
Kombes Anom memastikan, seluruh anggota di lapangan bekerja dengan penuh kehati-hatian, mempertimbangkan keselamatan personel, serta terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, BPBD, relawan, dan unsur pemerintah daerah Sumatera Barat.
Ratusan Personel Dikerahkan
Polda Riau juga tetap berkontribusi untuk mencari korban bencana lain dengan mengerahkan 290 personel. Hal ini dilakukan, sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan lintas provinsi untuk membantu masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana.
"Personel disebar ke berbagai titik terdampak untuk melaksanakan evakuasi korban, pendistribusian logistik, pendirian tenda pengungsian dan dapur umum, pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, serta membantu penguatan layanan kesehatan dan penyelamatan darurat di lapangan," rinci dia.
Bentuk Kehadiran Negara
Kombes Anom meyakini, misi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah, sekaligus memastikan seluruh kebutuhan mendesak masyarakat dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
"Seluruh operasi, baik pencarian Ipda Angga maupun penanganan bencana secara keseluruhan, akan terus dilanjutkan menyesuaikan dinamika situasi di lapangan selama masa tanggap darurat masih berlangsung," katanya.