BPBD Nagan Raya Catat Empat Warga Hilang Akibat Banjir Bandang, Pencarian Terus Dilakukan

Empat warga dilaporkan hilang pascabencana Banjir Bandang Nagan Raya pekan lalu. BPBD setempat terus berupaya mencari korban yang belum diketahui keberadaannya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Nagan Raya Catat Empat Warga Hilang Akibat Banjir Bandang, Pencarian Terus Dilakukan
Empat warga dilaporkan hilang pascabencana Banjir Bandang Nagan Raya pekan lalu. BPBD setempat terus berupaya mencari korban yang belum diketahui keberadaannya. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mencatat empat warga dilaporkan hilang pascabencana banjir bandang. Bencana alam dahsyat ini melanda kawasan setempat pada Rabu, 26 November pekan lalu, meninggalkan duka dan kekhawatiran mendalam. Upaya pencarian para korban hilang masih terus diintensifkan oleh tim gabungan di lapangan, melibatkan berbagai unsur SAR.

Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, menjelaskan bahwa hingga saat ini keberadaan keempat korban belum diketahui secara pasti. Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses pencarian di area terdampak banjir bandang Nagan Raya. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba ini menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa titik. Selain itu, arus sungai yang deras diduga kuat telah menyeret para korban hingga keberadaannya belum diketahui. Pihak berwenang berharap dapat segera menemukan keempat warga yang hilang tersebut dalam waktu dekat.

Irfanda Rinaldi mengonfirmasi bahwa identitas keempat korban hilang telah teridentifikasi secara jelas. Salah satu korban adalah M Jali, seorang warga Desa Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. M Jali diduga hilang saat wilayah dataran tinggi tersebut diterjang banjir bandang pada Rabu pekan lalu, dan belum ada tanda-tanda keberadaannya hingga kini.

Selain M Jali, tiga korban lainnya juga masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan. Mereka adalah Sarbani (60) yang berasal dari Sumatera Utara, Faisal Mardani (28) warga Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, serta Wahyu (25) yang juga merupakan warga Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Ketiga korban ini diduga kuat terbawa arus deras Sungai Gunong Kong saat kejadian.

Sungai Gunong Kong yang meluap berada di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menjadi lokasi hilangnya Sarbani, Faisal Mardani, dan Wahyu. Kondisi geografis yang menantang serta arus sungai yang kuat menjadi hambatan utama dalam operasi pencarian. Tim SAR terus menyisir sepanjang aliran sungai dan area sekitarnya untuk menemukan jejak para korban.

Irfanda Rinaldi menegaskan bahwa seluruh korban hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan upaya pencarian akan terus dilakukan tanpa henti. "Saat ini upaya pencarian para korban masih terus dilakukan," kata Irfanda Rinaldi kepada ANTARA, Senin jelang tengah malam. Pernyataan ini menunjukkan komitmen BPBD dalam menemukan para korban yang belum diketahui keberadaannya.

Tim pencarian terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masyarakat setempat yang bekerja keras. Mereka beroperasi di tengah kondisi cuaca yang kadang tidak menentu dan medan yang sulit di area terdampak banjir bandang. Fokus pencarian meliputi area hulu hingga hilir sungai, serta lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban.

Masyarakat di Nagan Raya juga turut memberikan dukungan moral dan bantuan logistik kepada tim pencari. Solidaritas ini sangat penting dalam menghadapi bencana seperti banjir bandang yang terjadi. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat musim penghujan masih berlangsung di wilayah Aceh.

Kejadian banjir bandang ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat. BPBD Nagan Raya akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada publik terkait operasi pencarian korban hilang ini, demi transparansi dan akuntabilitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi