Indonesia Dorong Ekspansi QRIS D-8, Bidik Mesir dan Turki Jadi Prioritas Utama
Indonesia proaktif mendorong Ekspansi QRIS D-8, memanfaatkan keketuaan untuk perluas jangkauan sistem pembayaran nasional ke negara anggota, dengan Mesir dan Turki sebagai target awal.
Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperluas jangkauan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Negara ini akan mengoptimalkan keketuaannya di organisasi Developing Eight (D-8) untuk penetrasi QRIS di antara negara-negara anggota. Inisiatif ini bertujuan memfasilitasi transaksi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub keuangan digital global.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat, menegaskan komitmen ini. Diskusi telah dilakukan dengan Bank Indonesia untuk menjajaki perluasan penggunaan QRIS. Perluasan ini akan dimulai dengan fokus pada negara-negara D-8.
Mesir dan Turki diidentifikasi sebagai negara dengan potensi terbesar untuk tahap awal ekspansi. Hal ini mengingat besarnya jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim dan menempuh pendidikan di kedua negara tersebut. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 akan diselenggarakan di Jakarta pada 15 April 2026.
Optimalisasi Keketuaan Indonesia untuk Ekspansi QRIS D-8
Indonesia memanfaatkan perannya sebagai Ketua D-8 periode 2026-2027 untuk mendorong agenda penting ini. Keketuaan ini memberikan kesempatan emas untuk berkolaborasi dengan sesama negara anggota. Fokus utamanya adalah pada penetrasi sistem pembayaran digital.
Tri Tharyat mengungkapkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan salah satu dari lima agenda prioritas keketuaan Indonesia. Agenda tersebut adalah meningkatkan konektivitas dan ekonomi digital, termasuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemerintah Indonesia berencana untuk melakukan “showcasing” kisah sukses pemanfaatan QRIS bagi dunia usaha. Langkah ini diharapkan dapat menarik minat dan kepercayaan negara anggota D-8 lainnya. Tujuannya adalah untuk mengadopsi sistem pembayaran serupa.
Potensi Besar di Mesir dan Turki untuk Ekspansi QRIS
Dalam upaya perluasan Ekspansi QRIS D-8, Mesir dan Turki menjadi target utama. Kedua negara ini memiliki populasi WNI yang signifikan. Banyak di antaranya adalah pelajar dan pekerja.
Kemudahan transaksi bagi WNI di luar negeri menjadi salah satu pendorong utama. Ini juga akan mendukung visi Indonesia menjadi pusat keuangan digital global. Integrasi QRIS diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga telah menjajaki kerja sama dengan mitra di negara-negara D-8. Meskipun bentuk konkret kolaborasi belum diungkapkan, ini menunjukkan komitmen menyeluruh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan konektivitas di berbagai sektor.
D-8 dan Visi Konektivitas Digital Global
D-8 adalah kelompok kerja sama ekonomi yang didirikan pada tahun 1997. Anggotanya meliputi Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan akan bergabung sebagai anggota kesembilan pada tahun 2025.
Tema keketuaan Indonesia, "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama," sangat relevan. Tema ini menekankan adaptasi terhadap dinamika ekonomi global. Ini juga mendorong inklusivitas dan ketahanan ekonomi.
KTT D-8 yang akan datang di Jakarta pada 15 April 2026 menjadi forum penting. Acara ini akan didahului oleh pertemuan tingkat menteri luar negeri. Forum bisnis dan investasi juga akan diselenggarakan. Ini adalah kesempatan untuk memfinalisasi rencana Ekspansi QRIS D-8.
- Organisasi D-8 didirikan pada tahun 1997.
- Anggota D-8 saat ini adalah Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
- Azerbaijan dijadwalkan bergabung pada tahun 2025.
- Indonesia memegang keketuaan D-8 untuk periode 2026-2027.
- KTT D-8 akan diselenggarakan di Jakarta pada 15 April 2026.
Sumber: AntaraNews