Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat mengemban misi perdamaian di Lebanon akhirnya tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu sore, 4 April. Jenazah para pahlawan bangsa ini mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 17.30 WIB. Kedatangan mereka disambut dengan suasana duka mendalam dan penghormatan militer.
Para prajurit ini bertugas sebagai bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) sebelum insiden tragis merenggut nyawa mereka. Mereka adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi TNI, dan seluruh bangsa Indonesia.
Rencananya, upacara penyambutan jenazah akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara. Insiden yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI ini juga melukai lima personel lainnya, menunjukkan risiko tinggi dalam misi menjaga perdamaian di wilayah konflik tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Insiden Tragis yang Merenggut Nyawa Prajurit TNI di Lebanon
Insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon terjadi secara terpisah dalam rentang waktu yang berdekatan. Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur terlebih dahulu akibat tembakan artileri. Peristiwa tragis ini terjadi di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret.
Hanya berselang satu hari, pada Senin, 30 Maret, Indonesia kembali kehilangan dua personel terbaiknya di UNIFIL. Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan gugur setelah konvoi pasukan yang mereka kawal diserang. Kedua insiden ini menyoroti bahaya dan tantangan besar yang dihadapi pasukan perdamaian di wilayah konflik.
Selain korban jiwa, insiden-insiden ini juga menyebabkan sejumlah prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Lima prajurit yang terluka meliputi Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. Mereka kini sedang dalam penanganan medis dan diharapkan segera pulih.
Advertisement
Advertisement
Indonesia Mendesak Dewan Keamanan PBB untuk Penyelidikan Menyeluruh
Pemerintah Indonesia telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas serangkaian insiden yang menimpa Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) secara resmi meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengusut tuntas seluruh insiden tersebut. Desakan ini muncul setelah tiga personel penjaga perdamaian Indonesia kembali terluka akibat ledakan pada Jumat, 3 April, di El Addaiseh, Lebanon selatan.
Dalam pernyataan resminya, Kemlu RI menyampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam atas keselamatan pasukan perdamaian. Indonesia menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi personel UNIFIL yang bertugas di zona konflik. Insiden berulang ini menunjukkan urgensi tindakan konkret dari komunitas internasional.
Lebih lanjut, Indonesia juga meminta agar segera dilakukan pertemuan antara negara-negara kontributor pasukan UNIFIL. Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan peninjauan komprehensif dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang dan memastikan keamanan para penjaga perdamaian.
Advertisement
Sumber: AntaraNews