IKA PMII Serukan Ketahanan Pangan Jadi Agenda Kebangsaan
Fathan menambahkan, kemandirian pangan merupakan agenda moral dan sejarah bangsa yang tak bisa ditunda.
Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai isu strategis nasional dalam acara tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-65 dan halalbihalal nasional di Hotel Sultan, Jakarta Selatan.
Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi menyebut, seluruh alumni PMII harus menjadikan isu ketahanan pangan sebagai panggilan kebangsaan dan bukan sekadar wacana. Ia menekankan, alumni harus berperan aktif, bukan hanya sebagai penonton.
“Kontribusi kita dalam berbangsa dan bernegara saat ini harus menyasar isu-isu besar seperti ketimpangan fiskal, ketahanan energi, dan terutama ketahanan pangan. Terlebih, Presiden Prabowo sangat konsen terhadap isu ketahanan pangan. Ini menjadi panggilan bagi kita semua,” tegas Fathan dalam keterangannya, Jumat (2/5).
Fathan menambahkan, kemandirian pangan merupakan agenda moral dan sejarah bangsa yang tak bisa ditunda. Menurutnya, pembangunan daerah, penguatan sumber daya lokal, dan pengurangan ketimpangan harus menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045.
“Karena itu, tidak ada jalan lain dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita harus mencapai ketahanan pangan. Kita harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia. Ini bukan sekadar visi politik, tapi amanat sejarah dan moral,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Fathan mengenang visi Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang telah jauh hari melihat ketahanan pangan akan menjadi isu global.
“Saya masih ingat, di era Gus Dur pernah ada diskusi terbatas dengan sejumlah pengusaha. Saat itu, beliau sudah menegaskan bahwa ketahanan pangan akan menjadi isu dunia karena ketimpangan, pengurangan lahan, dan tekanan global lainnya. Hari ini, prediksi itu terbukti,” jelasnya.
Karena itu, kata Fathan, IKA PMII harus menyusun gerakan yang terorganisir, lintas sektor, dan berorientasi solusi dalam isu pangan. Ia menyebut ketahanan pangan perlu dijadikan bagian dari nawacita pengabdian alumni PMII untuk bangsa.
“Program strategis seperti ketahanan pangan tidak bisa dijalankan oleh pemerintah saja. Harus ada keterlibatan civil society, kelompok strategis, dan tentu saja para alumni PMII yang tersebar di berbagai sektor,” katanya.
Acara bertema “Konsolidasi Nasional Alumni PMII Menuju Indonesia Emas 2045” itu dihadiri sejumlah tokoh nasional, seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, serta Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf, dan mantan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.