Hilangkan Kemiskinan, Prabowo Tegaskan Perang terhadap Aparat Korup
Berdasarkan hal itu, ia bertekad untuk menyingkirkan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia adalah negara kaya sumber daya. Berdasarkan hal itu, ia bertekad untuk menyingkirkan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
"Saya bertekad kita mampu menghilangkan kemiskinan kita mampu, saya sangat yakin!," kata Prabowo di Serang, Banten dalam acara Akad Massal 50.030 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, Sabtu (20/12).
Korupsi
Namun bukan tanpa cara, Prabowo menyebut, kunci utamanya adalah berhenti melakukan penyelundupan, penyelewengan, korupsi dan segala segala bentuk tindakan tipu-menipu.
"Sudah lama kita jadi orang Indonesia ya kan? jangan mark up gila-gilaan! mark up gila-gilaan, sama dengan mencuri,” tegas presiden.
"Jangan karena pakaian bagus, pinter ngarang-ngarang di kertas mau ngakalin pemerintah, ngakalin rakyat!," seru dia.
Mengoreksi diri
Prabowo ingin, semua pihak bisa mengoreksi diri dan mampu mengelola kekayaan Indonesia dengan lebih baik. Upaya utamanya, dengan menegakkan hukum dan membersihkan mereka yang korup.
"Sekarang harus kita kelola dengan baik, kita harus tegakan hukum tegakan peraturan. Negara harus hadir tapi negara juga harus bersih, pemerintah harus bersih, pemerintah tidak bisa mengizinkan institusi-institusinya korup. Saya bertekad berusaha untuk membersihkan aparat, karena aparat adalah yang yang akan memberi pelayanan kepada rakyat," ujar dia.
Ambil pusing
Prabowo mengaku tidak ambil pusing jika mau ada anggaran bernilai fantastis dalam sebuah program kerja untuk rakyat. Namun kalau tata kelolanya tidak baik, maka sangat disayangkan program tersebut tidak bisa dirasakan masyarakat.
"Jadi ini pelajaran dari semua negara semua dunia, ribuan tahun pemerintah yang bersih kunci kebangkitan suatu bangsa, kesejahteraan akan datang manakala pemerintah kita bersih. Boleh kita anggarkan ratusan triliun, kalau itu tidak sampai ke rakyat, sangat sedih kita. Kalau yang memberi pelayanan tidak baik, tidak jujur, saya kira kekayaan terus akan tidak sampai ke rakyat," katanya.