Hemat Energi Jutaan Rupiah, Green Port ASDP di Merak dan Bakauheni Pasang Panel Surya Raksasa
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membangun Green Port ASDP di Merak dan Bakauheni dengan panel surya berkapasitas besar, berjanji hemat energi dan jaga ekosistem laut. Bagaimana dampaknya?
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah proaktif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dengan membangun pelabuhan ramah lingkungan. Proyek inovatif ini dikenal sebagai "Green Port" dan diimplementasikan di dua lokasi strategis. Inisiatif ini menandai komitmen perusahaan terhadap operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab.
Pelabuhan Merak di Banten dan Pelabuhan Bakauheni di Lampung menjadi fokus utama pembangunan "Green Port ASDP" ini. Kedua pelabuhan ini merupakan gerbang vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga dampaknya diharapkan sangat signifikan. Upaya ini merupakan bagian dari visi jangka panjang ASDP untuk mengurangi jejak karbon.
Tujuan utama dari pembangunan "Green Port ASDP" adalah untuk menghemat energi secara signifikan dan menjaga kelestarian ekosistem laut di sekitarnya. Implementasi utamanya melibatkan pemasangan panel surya berkapasitas besar yang akan menjadi sumber energi terbarukan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Inovasi Energi Terbarukan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni
Pembangunan "Green Port ASDP" di Pelabuhan Merak melibatkan pemasangan panel surya berkapasitas 61,6 Kwp. Panel surya ini dipasang di Dermaga 5 dan Dermaga 7, menunjukkan pemanfaatan ruang secara optimal untuk produksi energi bersih. Dengan kapasitas tersebut, efisiensi energi yang diharapkan mencapai 81,94 MWh dan 80,38 MWh per tahun, memberikan kontribusi nyata terhadap penghematan operasional.
Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni dilengkapi dengan panel surya berkapasitas lebih besar, yakni 196 Kwp. Pemasangan dilakukan di atap gangway Dermaga 1 dan Dermaga 2, memaksimalkan potensi energi matahari. Selain itu, lampu panel surya di Bakauheni juga telah beroperasi sejak tahun 2023, memperkuat infrastruktur energi terbarukan di pelabuhan tersebut.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyatakan bahwa pembangunan "Green Port ASDP" ini merupakan tonggak penting. Ia menegaskan, "Pelabuhan itu bukan sekadar simpul transportasi, tetapi pusat inovasi ramah lingkungan yang memberi manfaat luas, mulai dari efisiensi biaya energi hingga menjaga bumi bagi generasi mendatang." Inovasi ini diharapkan menjadi contoh bagi sektor transportasi lainnya.
Pengelolaan Limbah dan Perlindungan Ekosistem Laut
Selain fokus pada energi terbarukan, ASDP juga memperkuat pengelolaan limbah sebagai bagian integral dari konsep "Green Port ASDP". Pelabuhan Merak akan memiliki delapan titik Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan limbah cair diolah dengan baik. Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni akan dilengkapi dengan sembilan kluster utama IPAL.
Pengelolaan limbah yang komprehensif ini dinilai krusial untuk mencegah pencemaran laut dan melindungi masyarakat pesisir. Dengan adanya IPAL, limbah yang dihasilkan dari aktivitas pelabuhan dapat diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dan kesehatan lingkungan sekitar pelabuhan.
Sekretaris Perusahaan ASDP, Shelvy Arifin, menekankan bahwa keberhasilan program lingkungan ini merupakan hasil kolaborasi bersama pemangku kepentingan. Ia menambahkan, "Kami menjaga lingkungan bukan hanya tugas perusahaan, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan anak cucu." Inisiatif ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem laut.
Sumber: AntaraNews