Arus Mudik Lebaran 2026: 459 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Jelang Idul Fitri
Peningkatan signifikan Arus Mudik Lebaran 2026 telah terjadi, dengan lebih dari 459 ribu kendaraan meninggalkan Jabotabek jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, menunjukkan persiapan dini masyarakat untuk pulang kampung.
Arus lalu lintas kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Data terkini dari Jasa Marga mencatat sebanyak 459.570 kendaraan telah bergerak keluar dari Jabotabek dalam periode H-10 hingga H-8 Lebaran.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengungkapkan bahwa angka ini merupakan akumulasi dari lalu lintas di empat Gerbang Tol (GT) Utama. Gerbang tol tersebut meliputi GT Cikampek Utama yang mengarah ke Trans Jawa, GT Kalihurip Utama menuju Bandung, GT Cikupa yang melayani arah Merak, serta GT Ciawi untuk tujuan Puncak.
Lonjakan jumlah kendaraan ini mencerminkan antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal. Peningkatan ini juga mengindikasikan bahwa banyak pemudik memilih untuk menghindari puncak kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi mendekati hari-H Lebaran.
Peningkatan Signifikan Arus Mudik
Total kendaraan yang meninggalkan Jabotabek pada periode H-10 hingga H-8 Idul Fitri 1447 H mencapai 459.570 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 4,8 persen jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal yang berada di kisaran 438.342 kendaraan.
Peningkatan Arus Mudik Lebaran 2026 ini dipantau secara ketat oleh Jasa Marga melalui empat gerbang tol utama. Data ini memberikan gambaran awal mengenai pola pergerakan masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik jauh sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba.
Kepadatan lalu lintas diperkirakan akan terus bertambah seiring mendekatnya Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, Jasa Marga dan pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kelancaran arus kendaraan.
Distribusi Arus Kendaraan Berbagai Tujuan
Distribusi kendaraan yang meninggalkan Jabotabek terbagi ke dalam tiga arah utama. Mayoritas kendaraan, sekitar 201.457 unit atau 43,8 persen, bergerak menuju arah Timur, mencakup tujuan Trans Jawa dan Bandung.
Kemudian, sebanyak 158.053 kendaraan atau 34,4 persen memilih arah Barat menuju Merak, yang merupakan gerbang utama menuju Sumatera. Sementara itu, 100.060 kendaraan atau 21,8 persen bergerak menuju arah Selatan, dengan tujuan utama Puncak.
Pola distribusi ini menunjukkan bahwa tujuan Trans Jawa dan Bandung masih menjadi primadona bagi para pemudik dari Jabotabek. Persiapan infrastruktur jalan tol di ketiga koridor ini menjadi krusial untuk menampung volume kendaraan yang tinggi.
Fokus Pergerakan ke Trans Jawa dan Bandung
Pergerakan kendaraan menuju arah Timur, khususnya Trans Jawa, mengalami peningkatan yang signifikan. Sebanyak 108.140 kendaraan meninggalkan Jabotabek melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, meningkat 24,2 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Namun, untuk arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, jumlah kendaraan tercatat 93.317 unit, sedikit lebih rendah 2,7 persen dari lalu lintas normal. Meskipun demikian, total kendaraan ke arah Trans Jawa dan Bandung mencapai 201.457 unit, yang merupakan peningkatan 10,1 persen dari lalu lintas normal.
Data ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan arus lalu lintas di koridor Timur, terutama di GT Cikampek Utama. Peningkatan yang cukup besar ini memerlukan perhatian khusus dalam pengaturan lalu lintas dan penyediaan fasilitas pendukung.
Perbandingan Lalu Lintas Harian Jelang Lebaran
Pada H-8 libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, atau Jumat (13/3), jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama mencapai 173.789 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan 7,9 persen dibandingkan lalu lintas normal yang tercatat 161.064 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan yang menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak tercatat 158.053 unit, meningkat 6,0 persen dibanding lalu lintas normal.
Untuk arah Puncak, melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi, jumlah kendaraan sebanyak 100.060 unit, lebih rendah 5,9 persen dari lalu lintas normal. Data harian ini memberikan gambaran dinamis tentang pergerakan Arus Mudik Lebaran 2026 yang terus berkembang menjelang hari raya.
Sumber: AntaraNews