Diversifikasi Ekonomi Kutim Hasilkan Fermentasi Kakao Bermutu Tinggi, Siap Tembus Pasar Nasional

Komitmen diversifikasi ekonomi Kutim membuahkan hasil nyata dengan produksi fermentasi kakao bermutu tinggi, membuka peluang pasar baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Diversifikasi Ekonomi Kutim Hasilkan Fermentasi Kakao Bermutu Tinggi, Siap Tembus Pasar Nasional
Komitmen diversifikasi ekonomi Kutim membuahkan hasil nyata dengan produksi fermentasi kakao bermutu tinggi, membuka peluang pasar baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, telah menunjukkan komitmen kuat dalam diversifikasi ekonomi, tidak lagi hanya bergantung pada batu bara dan minyak sawit mentah (CPO). Upaya ini kini membuahkan hasil nyata dengan produksi biji kakao fermentasi bermutu tinggi, bahkan produk ini sudah memiliki perusahaan penampung. Keberhasilan ini menandai lompatan besar bagi perekonomian lokal.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan "lompatan besar" karena Kutim selama ini dikenal sebagai daerah penghasil batu bara dan CPO. Produk hilirisasi kakao ini membuktikan potensi sektor pertanian dalam arti luas sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Pengiriman perdana sebanyak 12 ton biji kakao berfermentasi telah dilakukan pada Rabu (17/6) lalu ke PT Rasantara Cipta Pangan di Bandung, Jawa Barat.

Pengiriman perdana ini akan dilanjutkan secara rutin setiap bulan, dengan estimasi volume antara 25-30 ton fermentasi kakao. Keberhasilan menembus pasar industri di Pulau Jawa ini menegaskan kualitas produk kakao dari Kutim. Biji kakao fermentasi ini berasal dari Kecamatan Karangan, yang memang dikenal sebagai sentra penghasil kakao di Kutim.

Kecamatan Karangan telah lama dikenal sebagai salah satu wilayah sentra penghasil kakao di Kutai Timur. Dengan adanya kerja sama dengan perusahaan di Bandung, perkebunan hingga hilirisasi kakao di Kutim kini semakin berkembang. Hal ini menjadi tonggak penting dalam upaya diversifikasi ekonomi dan hilirisasi komoditas perkebunan di daerah tersebut.

Bupati Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan kebanggaannya, menyatakan bahwa produk kakao Karangan mampu meraih kepercayaan pasar luar daerah. "Hal ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa produk kakao Karangan mampu meraih kepercayaan pasar luar daerah," ujarnya. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mengawal diversifikasi ekonomi secara berkelanjutan, mulai dari penguatan budidaya, standardisasi pascaproduksi, hingga perluasan akses pasar.

Proses fermentasi ini secara signifikan meningkatkan nilai tambah kakao lokal. Keberhasilan ini juga merupakan bukti nyata dari program diversifikasi ekonomi yang dijalankan Pemkab Kutim. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam tak terbarukan.

Kepala Dinas Perkebunan Kutim, Arief Nur Wahyuni, menyampaikan optimismenya terkait keterbukaan peluang pasar kakao fermentasi. Ia meyakini bahwa kepastian penjualan produk hilirisasi ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan riil masyarakat desa. "Adanya pasar tetap dan pengolahan kakao secara modern dari hulu ke hilir, maka perkebunan kakao berpotensi menjadi lapangan kerja menjanjikan," ujar Arief.

Bupati Ardiansyah memberikan apresiasi tinggi kepada kelompok tani dan pelaku usaha setempat yang berhasil meningkatkan standar mutu kakao lokal melalui proses fermentasi. Jaminan mutu ini kemudian berhasil meraih kepercayaan pasar tetap. Ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan dan menciptakan kemandirian finansial bagi petani kakao.

Pengembangan perkebunan kakao dari hulu ke hilir tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru. Ini juga memastikan stabilitas harga dan pasar bagi petani, sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi pertanian lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi