Menko Zulhas: Transportasi Laut Penting untuk Jaga Rantai Pasok Pangan Kejar Target Swasembada
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat dan memperkuat rantai pasok nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengapresiasi pelabuhan-pelabuhan yang telah mengintegrasikan prinsip pelabuhan hijau dan cerdas dalam operasionalnya. Yaitu dengan menerapkan aspek pengendalian perubahan iklim, efisiensi energi, sistem manajemen dan kepelabuhanan secara digital, dan pemantauan dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat dan memperkuat rantai pasok nasional.
"Transportasi laut memegang peranan penting untuk rantai pasok pangan yang efisien, berkelanjutan, dan aman. Target Indonesia untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2027 harus dipastikan aspek keterjangkauan dan keamanan pangannya melalui penguatan Sistem Logistik Nasional dengan kriteria efisien, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi modern," kata Zulhas panggilan akrabnya di Jakarta, Kamis (27/2).
Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) bersama dengan IDSurvey dan PT Sucofindo belum lama ini menggelar Green and Smart Port Award 2024.
Acara ini sebagai apresiasi bagi pelabuhan-pelabuhan yang telah mengikuti asesmen Green and Smart Port pada tahun 2024 dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan berdigitalisasi, serta mendorong optimalisasi pelabuhan berkelanjutan guna memperkuat Sistem Logistik Nasional dan ketahanan pangan di Indonesia.
Menko Pangan turut menegaskan bahwa penerapan Green and Smart Port oleh pelabuhan akan memiliki multi manfaat, dan keuntungan jangka panjang seperti efisiensi operasional, akses lebih baik ke pendanaan hijau/green bonds.
Lima Pelabuhan Lewati Asesmen Green and Smart Port
Adapun lima pelabuhan yang telah berhasil melewati asesmen Green and Smart Port tahun 2024, yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Bali Nusra Pelabuhan Benoa, PT Bukit Asam Tbk. - Unit Pelabuhan Tarahan, PT Pertamina Port and Logistics Shorebase Kabil Batam, dan PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang.
Direktur Utama IDSurvey, Arisudono Soerono menjelaskan, untuk standar penilaian dan pembuatan Guidelines Green and Smart Port, Kemenko Pangan dan IDSurvey mengadaptasi dari peraturan nasional dan internasional, yaitu International Maritime Organization (IMO), Green Port Award System (GPAS), PIANC, dan standar Indonesia, yaitu peraturan-peraturan terkait kepelabuhan, lingkungan dan energi.
"Kami sebagai lembaga verifikasi independen telah memastikan kepatuhan pelabuhan terhadap standar yang ditetapkan melalui audit menyeluruh dan sertifikasi berbasis indikator keberlanjutan. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa lima pelabuhan tersebut telah beroperasi secara berkelanjutan dan memenuhi standar kualitas yang mencakup aspek manajemen, teknis, dan digitalisasi," tambah Arisudono Soerono.
Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Arisudono menambahkan bahwa Green and Smart port serta Sistem Logistik Nasional adalah langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan di Indonesia.
"Dengan bobot penilaian Green Port 80 persen dan Smart Port 20 persen, berdasarkan Green Port Guidelines 3.0/2023, kita terus berkomitmen menciptakan ekosistem maritim yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berdaya saing tinggi,” ujar Arisudono.
Direktur Utama PT SUCOFINDO, Jobi Triananda berharap dengan adanya Green and Smart Port Award 2024 ini akan semakin banyak pelabuhan di Indonesia yang mengadopsi prinsip keberlanjutan dan digitalisasi dalam operasionalnya.
Standarisasi yang berbasis efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta penerapan teknologi ramah lingkungan menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan cerdas.