ASDP Proyeksikan 353 Ribu Kendaraan Padati Bakauheni-Merak pada Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi 353 ribu kendaraan akan memadati lintasan Bakauheni-Merak selama Angkutan Lebaran 2026, menandakan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah merilis proyeksi signifikan terkait arus mudik pada Angkutan Lebaran 2026. Lintasan penyeberangan Bakauheni-Merak diperkirakan akan sangat padat dengan lonjakan jumlah kendaraan. Proyeksi ini menjadi perhatian utama bagi seluruh pemangku kepentingan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, menyatakan bahwa sekitar 353.901 kendaraan akan menyeberang. Selain itu, 108.952 penumpang pejalan kaki juga diprediksi akan menggunakan jalur vital ini. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Kepadatan ini diperkirakan terjadi selama periode layanan Angkutan Lebaran yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 13 hingga 31 Maret 2026. Peningkatan mobilitas masyarakat ini menuntut persiapan matang dari berbagai pihak. Hal ini untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.
Proyeksi Peningkatan Arus Mudik Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan lonjakan jumlah kendaraan dan penumpang yang melintasi jalur Bakauheni-Merak saat Lebaran 2026. Berdasarkan proyeksi operasional, sebanyak 353.901 kendaraan diprediksi akan memadati lintasan penyeberangan ini. Selain itu, sekitar 108.952 penumpang pejalan kaki juga diperkirakan akan menyeberang dari Bakauheni menuju Merak.
Angka proyeksi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan Angkutan Lebaran 2025. Pergerakan pemudik dari Pulau Sumatera menuju Jawa untuk penumpang naik 11,2 persen. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang juga meningkat sebesar 10,5 persen.
Lintasan penyeberangan Bakauheni-Merak memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat. Jalur ini juga sangat penting untuk distribusi logistik nasional. Oleh karena itu, kelancaran operasional penyeberangan menjadi prioritas utama. Hal ini tidak hanya bergantung pada kesiapan operator, tetapi juga sinergi kuat semua pihak terkait.
Sinergi Lintas Instansi untuk Kelancaran Angkutan Lebaran
Kelancaran operasional penyeberangan selama periode Lebaran membutuhkan sinergi yang kuat antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan. Pengaturan lalu lintas penyeberangan sepenuhnya berada di bawah kewenangan regulator. ASDP berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kebijakan yang diterapkan.
Komitmen ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi. Sinergi ini merupakan fondasi utama dalam menjaga kelancaran layanan penyeberangan.
Kerja sama antara regulator, operator, aparat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat krusial. Keberhasilan pengelolaan Angkutan Lebaran tidak terlepas dari koordinasi yang baik. Hal ini akan memastikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Momentum Lebaran dan Tantangan Dinamika Arus
Posko Angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung dari tanggal 13 hingga 31 Maret 2026. Periode ini akan menghadapi dinamika arus yang cukup tinggi. Hal ini karena berbarengan dengan dua momentum besar di Indonesia.
Momentum tersebut adalah Hari Raya Nyepi pada 18–19 Maret 2026 serta Hari Raya Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026. Kombinasi hari libur ini berpotensi meningkatkan puncak arus mudik. Oleh karena itu, persiapan dan koordinasi harus lebih intensif.
ASDP dan pihak terkait terus berupaya memastikan kesiapan fasilitas dan personel. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Semua langkah diambil demi kelancaran dan keselamatan perjalanan pemudik.
Sumber: AntaraNews