Hangatnya Tradisi Ie Bu Peudah Aceh Besar, Bubur Khas Ramadhan yang Melegenda
Meunasah di Aceh Besar setiap Ramadhan menghidangkan bubur khas, ie bu peudah, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tradisi Ie Bu Peudah Aceh Besar untuk berbuka puasa.
Meunasah Gampong Beung Bakjok, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, kembali menghidupkan tradisi Ramadhan dengan menyediakan ratusan paket bubur khas Aceh. Hidangan istimewa ini dikenal sebagai ie bu peudah, disiapkan khusus untuk berbuka puasa. Pembagian takjil ini berlangsung setiap hari selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Koordinator tim penyedia takjil Gampong Beung Bakjok, Faisal, menjelaskan bahwa meunasah tersebut membagikan sekitar 200 paket ie bu peudah setiap harinya. Bubur pedas ini didistribusikan kepada masyarakat setempat serta para pelintas yang singgah untuk berbuka puasa di meunasah desa. Inisiatif ini merupakan wujud kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah.
Ie bu peudah adalah kuliner unik Aceh yang menyerupai bubur, namun memiliki cita rasa pedas yang khas. Bahan dasarnya adalah beras yang dimasak bersama puluhan jenis dedaunan, rempah-rempah pilihan, dan kelapa. Proses pembuatan yang melibatkan banyak bahan alami ini menghasilkan hidangan yang kaya rasa dan nutrisi.
Keunikan Ie Bu Peudah, Bubur Khas Ramadhan
Keistimewaan ie bu peudah terletak pada komposisi bahan-bahannya yang beragam dan cara pengolahannya yang tradisional. Bubur ini dibuat dari beras yang dicampur dengan puluhan jenis dedaunan segar, rempah-rempah pilihan, serta parutan kelapa. Cita rasa pedasnya menjadi ciri khas yang membedakannya dari bubur pada umumnya.
Faisal menambahkan bahwa ie bu peudah hanya dimasak selama bulan puasa, menjadikannya hidangan musiman yang sangat dinanti. Uniknya, proses memasak bubur ini didominasi oleh kaum laki-laki, sementara kaum ibu bertugas meracik bumbu-bumbu yang kompleks. Pembagian tugas ini mencerminkan kolaborasi erat antarwarga.
Tim yang bertugas memasak ie bu peudah berganti setiap hari, sehingga setiap harinya bubur ini mungkin memiliki sedikit perbedaan rasa. Proses memasaknya memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam, memastikan semua bahan tercampur sempurna dan menghasilkan aroma serta rasa yang menggugah selera.
Tradisi Berbagi yang Terjaga di Aceh Besar
Tradisi memasak dan membagikan ie bu peudah ini telah berlangsung secara turun temurun di Gampong Beung Bakjok. Faisal menuturkan bahwa kebiasaan ini sudah ada sejak ia masih kecil, sekitar 40 tahun silam. Hal ini menunjukkan kuatnya akar budaya dan nilai-nilai kebersamaan di masyarakat Aceh Besar.
Pembagian bubur ie bu peudah tidak hanya ditujukan bagi warga setempat, tetapi juga bagi para pelintas jalan yang singgah untuk berbuka puasa di meunasah. Inisiatif ini memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Setiap harinya, bubur ini selalu habis dibagikan.
Seluruh bahan-bahan yang digunakan untuk memasak ie bu peudah merupakan sumbangan sukarela dari warga Gampong Beung Bakjok. Partisipasi aktif masyarakat dalam menyediakan bahan baku ini menunjukkan rasa memiliki dan gotong royong yang tinggi. Warga datang mengambil bubur setelah salat Ashar dengan membawa wadah sendiri, meskipun kantong plastik juga disediakan bagi yang tidak membawa wadah.
Semangat Kebersamaan di Bulan Suci
Tradisi ie bu peudah ini secara khusus hanya ditemukan di desa-desa dalam Kecamatan Kuta Baro selama bulan puasa. Keunikan ini menjadikan ie bu peudah sebagai identitas budaya yang kuat bagi masyarakat setempat. Ini juga menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan Ramadhan di Kuta Baro.
Lebih dari sekadar hidangan berbuka puasa, ie bu peudah melambangkan semangat kebersamaan dan solidaritas antarwarga. Proses pembuatannya yang melibatkan banyak pihak, dari pengumpul bahan hingga juru masak, menciptakan ikatan sosial yang kuat. Ini adalah contoh nyata bagaimana tradisi dapat mempererat tali silaturahmi.
Dengan adanya Tradisi Ie Bu Peudah Aceh Besar, bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momen ibadah personal, tetapi juga ajang untuk memperkuat hubungan sosial dan melestarikan warisan budaya. Bubur ie bu peudah menjadi simbol kedermawanan dan keramahan masyarakat Aceh Besar.
Sumber: AntaraNews