Tradisi bubur kanji rumbi tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari syiar Ramadhan di Masjid Darussalam Gampong Baroh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh. Kuliner khas ini disajikan sebagai menu berbuka puasa gratis bagi masyarakat setempat dan para musafir yang melintas. Kegiatan mulia ini telah berlangsung penuh selama 30 hari di setiap bulan suci Ramadhan, menjaga kearifan lokal.
Juru masak veteran, Mansur (72), terlihat sibuk mengaduk kuali raksasa berisi bubur kanji rumbi yang legendaris ini. Proses persiapan bubur sudah dimulai sejak pagi hari, memastikan kualitas dan cita rasa otentik yang terjaga. Dedikasi Mansur dan timnya menjadi kunci kelestarian tradisi ini di tengah masyarakat.
Pembagian bubur kanji rumbi ini bukan hanya sekadar penyediaan makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian. Tradisi ini telah berjalan selama lebih dari satu dekade, menunjukkan komitmen kuat dari pengurus masjid dan komunitas. Ini adalah wujud nyata dari semangat berbagi di bulan Ramadhan.
Advertisement
Advertisement
Untuk menghasilkan satu dandang besar kanji rumbi, Mansur menghabiskan sekitar 15 kilogram beras, setara dengan satu karung kecil. Beras sebagai bahan utama sudah harus direndam satu malam sebelumnya untuk mendapatkan tekstur yang sempurna. Persiapan yang teliti ini menjamin bubur memiliki konsistensi yang lembut dan mudah dicerna.
Kekuatan utama bubur kanji rumbi terletak pada ramuan rempah "peurancah" yang sangat kompleks dan kaya rasa. Masakan istimewa ini menggunakan belasan jenis rempah hasil bumi Serambi Mekkah, memberikan aroma dan cita rasa yang khas. Kombinasi rempah ini menjadi rahasia kelezatan yang diwariskan turun-temurun.
Bumbu-bumbu yang digunakan meliputi ketumbar, jintan manis, merica, buah pala, bawang merah, putih, serta jahe. Rempah utuh seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan bunga lawang turut melengkapi kekayaan rasa. Semua bumbu digiling di rumah sebelum dibawa ke masjid, memastikan kesegaran dan aroma yang kuat.
Advertisement
Untuk menambah gurihnya rasa, satu dandang bubur juga menggunakan santan dari 40 butir kelapa. Bubur ini diperkaya dengan potongan wortel, kentang, daun sop, serta daun temurui (salam koja) yang memberikan aroma unik. Menariknya, seluruh proses memasak yang memakan waktu berjam-jam ini dilakukan oleh tenaga pria, sesuai tradisi di masjid tersebut.
Advertisement
Zailani, salah seorang pengurus masjid, menambahkan bahwa tradisi pembagian bubur kanji di Masjid Darussalam ini telah berjalan lebih dari satu dekade. Konsistensi dalam menjaga tradisi ini menunjukkan komitmen kuat dari pihak masjid dan masyarakat. Hal ini memperkuat ikatan sosial dan keagamaan di Langsa.
Biaya operasional untuk satu dandang bubur kanji rumbi mencapai Rp1 juta per hari. Dana tersebut bersumber sepenuhnya dari donatur dan sumbangan masyarakat dermawan yang peduli. Dukungan finansial ini memastikan bahwa tradisi mulia ini dapat terus berlanjut setiap Ramadhan.
Pembagian bubur dimulai setelah shalat Ashar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Sasaran utamanya adalah jamaah masjid dan para musafir yang melintas di Kota Langsa. Siapapun yang datang boleh mengambilnya secara gratis, mencerminkan semangat kedermawanan dan inklusivitas.
Advertisement
Bagi masyarakat Aceh, kanji rumbi bukan sekadar pengganjal perut semata, melainkan memiliki khasiat lebih. Kandungan rempahnya yang hangat dipercaya memiliki manfaat medis, seperti melancarkan pencernaan dan menambah stamina setelah seharian berpuasa. Setiap pukul 16.00 WIB, puluhan bungkus plastik berisi kanji rumbi telah tersusun rapi, siap dibawa pulang atau dinikmati bersama di pelataran masjid.
Sumber: AntaraNews