Gubernur Sulteng Targetkan 71 Persen Cakupan Universal Jamsostek, Jamin Kesejahteraan Pekerja
Gubernur Sulteng Anwar Hafid menargetkan 71 persen Cakupan Universal Jamsostek bagi pekerja. Langkah ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan menanggulangi kemiskinan.
Palu, Sulawesi Tengah, – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menargetkan peningkatan signifikan dalam perlindungan tenaga kerja. Beliau mengumumkan target cakupan universal Jamsostek (UCJ) dapat mencapai angka 71 persen bagi seluruh pekerja. Target ambisius ini dicanangkan di Palu, sebagai upaya pemerintah daerah menjamin kesejahteraan masyarakat pekerja.
Komitmen ini merupakan bagian integral dari program prioritas daerah "Berani Makmur" yang digagas Pemprov Sulteng. Program ini berfokus pada penyediaan pelayanan publik di bidang perlindungan sosial. Inisiatif ini mencakup perlindungan Jamsostek bagi pekerja rentan, seperti petani, nelayan, dan pekerja informal lainnya.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman bagi pekerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas mereka. Anwar Hafid menekankan bahwa Jamsostek melindungi dari risiko kecelakaan kerja. Jamsostek juga menjadi bantalan penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan di provinsi tersebut.
Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan perlindungan sosial bagi warganya. Melalui program "Berani Makmur", Pemprov Sulteng berupaya memastikan setiap pekerja mendapatkan hak perlindungan yang layak. "Perlindungan terhadap pekerja bagian penting dalam menjamin kesejahteraan mereka," kata Anwar Hafid, menegaskan prioritas daerah.
Hingga tahun 2025, Pemprov Sulteng telah berhasil melindungi sebanyak 289.968 tenaga kerja di berbagai sektor. Angka ini mencakup 62.969 pekerja rentan yang baru didaftarkan, dengan pembiayaan penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjangkau kelompok pekerja yang paling membutuhkan.
Gubernur juga mendorong pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah untuk mengikuti jejak provinsi. Ia mengajak mereka untuk turut serta membiayai kepesertaan pekerja rentan melalui APBD masing-masing. Hal ini penting untuk memperluas cakupan universal Jamsostek secara merata di seluruh wilayah.
Peran Jamsostek dalam Kesejahteraan dan Produktivitas
Jaminan sosial ketenagakerjaan atau Jamsostek memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sejahtera. Jamsostek harus dimiliki oleh seluruh pekerja, baik di sektor formal maupun informal. Ini bukan hanya tentang memberikan rasa aman, tetapi juga memastikan stabilitas ekonomi keluarga pekerja saat terjadi musibah kecelakaan kerja.
Anwar Hafid menyoroti bahwa manfaat Jamsostek melampaui sekadar perlindungan fisik. "Jamsostek bukan hanya sekedar melindungi dari kecelakaan kerja tetapi juga sebagai bantalan dalam penanggulangan kemiskinan," ujarnya. Dengan adanya jaminan ini, pekerja dapat fokus pada pekerjaan mereka tanpa khawatir berlebihan akan risiko yang mungkin terjadi.
Perlindungan sosial yang komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas pekerja. Ketika pekerja merasa terlindungi, mereka cenderung lebih loyal dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Ini pada akhirnya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi BPJAMSOSTEK dan Pemerintah Daerah
Untuk memperkuat layanan perlindungan sosial ini, Pemprov Sulteng menjalin kerja sama erat dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) cabang Sulteng. Sinergi ini bertujuan untuk mengoptimalkan jangkauan dan kualitas pelayanan bagi seluruh pekerja. Gubernur juga mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan pekerja dari aspek kesehatan melalui BPJS Kesehatan, selain perlindungan sosial Jamsostek.
Menanggapi langkah strategis Pemprov Sulteng, Kepala BPJAMSOSTEK cabang Sulteng, Luky Julianto, menyatakan kesiapannya. Pihaknya berkomitmen mengoptimalkan pelayanan melalui delapan kantor cabang, lima unit layanan, 47 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK), serta 149 Agen Perisai. Infrastruktur ini disiapkan untuk mempercepat pencapaian target cakupan universal Jamsostek 71 persen.
Luky Julianto menambahkan bahwa peran pemerintah daerah sangat vital dalam memberikan perlindungan bagi pekerja. "Pemerintah daerah juga memiliki peran memberikan perlindungan bagi pekerja. Kami berharap kerja sama ini semakin kuat ke depan," kata dia. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJAMSOSTEK menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh di Sulawesi Tengah.
Sumber: AntaraNews