Gubernur Pramono Tinjau Efektivitas Program Pasar Murah DKI Jakarta di Pulau Pramuka
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau langsung pelaksanaan program Pasar Murah DKI Jakarta di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, memastikan ketersediaan pangan terjangkau jelang Idul Fitri.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo pada Jumat (13/3) melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program Pasar Murah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah tersebut dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang sangat terjangkau. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyambut momen Hari Raya Idul Fitri yang akan datang.
Dalam peninjauannya, Pramono Anung mengamati distribusi 1.000 paket sembako yang disediakan dalam program Pasar Murah ini. Setiap paket, yang seharusnya bernilai Rp100.000, dijual kepada masyarakat dengan harga subsidi sebesar Rp50.000 saja. Program ini tidak hanya dilaksanakan di Kepulauan Seribu, tetapi juga tersebar di lima kota administrasi Jakarta lainnya untuk menjangkau lebih banyak warga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara konsisten mengandalkan program Pasar Murah sebagai salah satu langkah efektif untuk menjaga stabilitas harga komoditas pokok. Langkah ini juga krusial dalam menekan laju inflasi, terutama saat momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Ketersediaan pangan murah diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.
Efektivitas Program Pasar Murah dalam Menjaga Stabilitas Harga
Gubernur Pramono Anung menyatakan keyakinannya bahwa program Pasar Murah yang digagas oleh Pemerintah DKI Jakarta sangat efektif. “Saya meyakini bahwa program yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, bekerja sama dengan BUMD, untuk memberikan paket, meninjau pelaksanaan paket pasar murah ini sangat efektif,” kata Pramono. Kolaborasi dengan berbagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memungkinkan penyediaan paket sembako berkualitas dengan harga yang terjangkau. Program ini dirancang untuk memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Peninjauan langsung ini menjadi bukti komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memastikan setiap program berjalan sesuai harapan. Paket sembako yang ditawarkan meliputi kebutuhan dasar seperti beras dan minyak, yang merupakan komoditas penting bagi rumah tangga. Kehadiran program Pasar Murah DKI Jakarta diharapkan dapat meredam gejolak harga di pasaran.
Program ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, melainkan juga instrumen kebijakan ekonomi yang penting. Dengan menyediakan alternatif pembelian barang kebutuhan pokok dengan harga subsidi, pemerintah berupaya mengendalikan ekspektasi inflasi. Hal ini sangat relevan mengingat pola kenaikan harga yang cenderung berulang setiap tahun menjelang HBKN.
Peran Strategis Dinas PPKUKM dan TPID DKI Jakarta
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Murah ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mereka tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang bekerja secara sinergis. Keterlibatan banyak pihak memastikan jangkauan dan efektivitas program Pasar Murah DKI Jakarta.
Elisabeth Ratu Rante Allo menyoroti fenomena kenaikan harga pangan yang umumnya terjadi pada momen HBKN. “Kenaikan harga pangan umumnya terjadi pada momen HBKN, dan cenderung berulang setiap tahun sehingga membentuk pola siklus,” ujarnya. Pola siklus ini menjadi perhatian utama TPID dan Dinas PPKUKM DKI Jakarta. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan secara terkoordinasi untuk mengatasi tantangan inflasi musiman tersebut.
Selain Pasar Murah, TPID bersama Dinas PPKUKM DKI Jakarta juga melakukan langkah-langkah lain untuk menjaga stabilitas harga. Koordinasi antarlembaga dan pemantauan pasar secara berkala menjadi kunci. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang stabil dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat Ibu Kota.
Sumber: AntaraNews