Tingkatkan Ekonomi Lokal, Pelatihan UMKM Kue Lebaran Tanpa Oven Digelar di Kepulauan Seribu

Belasan pelaku UMKM di Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan UMKM kue lebaran tanpa oven, bertujuan meningkatkan keterampilan dan inovasi produk menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tingkatkan Ekonomi Lokal, Pelatihan UMKM Kue Lebaran Tanpa Oven Digelar di Kepulauan Seribu
Belasan pelaku UMKM di Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan UMKM kue lebaran tanpa oven, bertujuan meningkatkan keterampilan dan inovasi produk menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (AntaraNews)

Belasan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kepulauan Seribu mendapatkan kesempatan berharga untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka. Mereka mengikuti pelatihan pembuatan kue lebaran tanpa oven yang diselenggarakan di Pulau Pramuka pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Rumah BUMN Pertamina yang berupaya membina UMKM lokal.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para pelaku UMKM dengan keterampilan praktis dan efisien dalam memproduksi kue lebaran. Tujuannya adalah agar mereka dapat menghadapi lonjakan permintaan pasar menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan daya saing produk UMKM di wilayah tersebut.

Misbahul Anam, Fasilitator Rumah BUMN Pertamina Kepulauan Seribu, menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk mendorong inovasi. Sebanyak 15 pelaku UMKM dilatih langsung oleh tenaga profesional, mempelajari teknik membuat berbagai jenis kue kering yang tidak memerlukan oven. Salah satu contoh kue yang diajarkan adalah nuget atau kue cokelat, yang populer di negara-negara Arab dan Italia.

Peningkatan Keterampilan dan Inovasi Produk

Pelatihan ini secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM binaan dalam membuat kue lebaran tanpa oven, sebuah metode yang praktis dan efisien. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk menambah wawasan serta ide kreatif para peserta. Harapannya, mereka mampu berinovasi menciptakan produk yang menarik dan memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

Melalui metode pembelajaran langsung dari tenaga profesional, peserta diajarkan teknik-teknik dasar hingga lanjutan dalam membuat kue kering. Fokus pada kue tanpa oven memberikan keuntungan tersendiri, terutama bagi UMKM dengan keterbatasan peralatan. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi mereka untuk memproduksi kue lebaran dengan modal yang lebih efisien.

Misbahul Anam berharap pelatihan ini akan membantu peserta menghasilkan hampers lebaran yang lebih rapi dan siap dipasarkan. Dengan demikian, peluang pendapatan mereka dapat meningkat secara signifikan, terutama saat memasuki bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Periode ini dikenal sebagai puncak permintaan untuk produk kue kering dan hampers.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan UMKM

Kegiatan pelatihan ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin, menyatakan bahwa inisiatif ini sangat membantu pengembangan UMKM di wilayahnya. Menurutnya, pelatihan semacam ini krusial untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas pelaku UMKM, khususnya mengingat potensi besar usaha hampers dan kue lebaran menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Jamaluddin juga menyampaikan harapannya agar pelatihan serupa dapat terus berkelanjutan. Dengan adanya program-program pembinaan yang konsisten, ia yakin UMKM di Pulau Panggang dan sekitarnya akan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dukungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan sektor UMKM.

Salah satu peserta pelatihan, Rinda (38), pemilik Kennata Cake di Pulau Panggang, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan tersebut. Ia merasa sangat terbantu, terutama sebagai pelaku usaha di bidang kue. Rinda menambahkan bahwa kegiatan ini memberinya ide-ide kreatif baru dan menjadi bekal penting untuk berinovasi dalam mengembangkan usahanya di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi