Pemerintah Kepulauan Seribu Gencarkan Transplantasi Terumbu Karang Pulau Pramuka, Jaga Ekosistem Laut Berkelanjutan

Upaya pelestarian ekosistem laut terus digalakkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu lakukan Transplantasi Terumbu Karang Pulau Pramuka untuk menjaga keberlanjutan hayati dan masyarakat pesisir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Kepulauan Seribu Gencarkan Transplantasi Terumbu Karang Pulau Pramuka, Jaga Ekosistem Laut Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu aktif melakukan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Pramuka guna menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan keanekaragaman hayati yang vital. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu baru saja melaksanakan kegiatan penting untuk kelestarian lingkungan laut. Mereka melakukan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Pramuka, tepatnya di Area Pelindungan Laut (APL) Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara. Inisiatif ini dilakukan pada Jumat, 23 Januari, sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem laut.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Nurliati, menegaskan pentingnya aksi ini. Ia menyatakan bahwa transplantasi terumbu karang merupakan komitmen kuat menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Kepulauan Seribu. Terumbu karang memiliki peran vital bagi keanekaragaman hayati serta menjadi penyangga kehidupan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan terumbu karang yang rusak. Selain itu, diharapkan mampu meningkatkan kualitas ekosistem laut, khususnya di kawasan konservasi. Masyarakat dan wisatawan juga diajak berperan aktif dalam menjaga kelestarian laut dengan menerapkan aktivitas penangkapan ikan yang ramah lingkungan serta menjalankan wisata bahari yang bertanggung jawab.

Detail Pelaksanaan Transplantasi Terumbu Karang Pulau Pramuka

Kasi Kelautan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha, menjelaskan secara rinci pelaksanaan transplantasi ini. Kegiatan tersebut melibatkan penanaman 100 bibit karang dengan metode tambal sulam. Lokasi penanaman berada di kawasan APL Pulau Pramuka, yang merupakan area konservasi penting.

Jenis karang yang ditransplantasi adalah karang keras (hard coral) dari jenis acropora. Pemilihan jenis ini didasarkan pada karakteristiknya yang cocok untuk pemulihan ekosistem. Kegiatan Transplantasi Terumbu Karang Pulau Pramuka ini dilakukan oleh lima personel terlatih.

Gama menambahkan bahwa kegiatan ini akan rutin dilaksanakan dua kali setiap bulan. Konsistensi dalam pelaksanaan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam upaya pelestarian terumbu karang.

Manfaat dan Harapan untuk Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

Menurut Gama Eka Anantha, kegiatan transplantasi karang ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan terumbu karang yang rusak. Selain itu, inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekosistem laut secara keseluruhan. Terutama di kawasan konservasi, pemulihan ini sangat krusial.

Jika terumbu karang sehat, keanekaragaman hayati laut di Kepulauan Seribu akan terus terjaga. Hal ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Ekosistem yang sehat mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

Nurliati juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan wisatawan untuk turut serta menjaga kelestarian laut. Peran aktif dalam menerapkan penangkapan ikan ramah lingkungan sangat penting. Selain itu, menjalankan praktik wisata bahari yang bertanggung jawab juga menjadi kunci utama.

Luas Ekosistem Terumbu Karang di Kawasan Kepulauan Seribu

Data penelusuran ANTARA menunjukkan bahwa luas ekosistem terumbu karang di kawasan Kepulauan Seribu secara keseluruhan sekitar 2.100 hektare (ha). Angka ini berada di dalam total kawasan laut sekitar 107.000 ha. Estimasi ini memberikan gambaran umum tentang skala ekosistem yang ada.

Angka tersebut lebih merupakan estimasi luas area terumbu karang secara geografis. Ini berbeda dengan luas tutupan karang hidup yang sifatnya dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Pemahaman ini penting untuk interpretasi data konservasi.

Luasan sebesar itu disebut-sebut berada dalam total kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Taman Nasional ini memiliki luas sekitar 107.489–108.000 ha. Kawasan ini mencakup perairan laut dangkal, pulau-pulau kecil, hamparan karang dangkal, dan zona laut lainnya.

Termasuk di dalamnya adalah hamparan karang dangkal dan zona laut lainnya seluas sekitar 1.994 ha. Selain itu, terdapat laguna seluas 119 ha, selat 18 ha, dan teluk lima ha. Semua ini merupakan struktur bentang terumbu karang di perairan dangkal yang kaya akan kehidupan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi