Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim. Melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu, program transplantasi terumbu karang telah dilaksanakan di perairan Pulau Pramuka. Kegiatan ini berlokasi spesifik di Kawasan Konservasi Laut Pulau Panggang, wilayah Kepulauan Seribu Utara.
Aksi konservasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memulihkan dan mempertahankan kesehatan ekosistem laut yang krusial. Transplantasi terumbu karang dilakukan pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan melibatkan personel ahli dan metode yang terukur. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi keanekaragaman hayati bawah laut.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan terumbu karang yang rusak serta meningkatkan kualitas ekosistem laut secara keseluruhan. Dengan demikian, keberadaan terumbu karang yang sehat dapat terus mendukung kehidupan biota laut dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Konservasi dan Peran Vital Terumbu Karang
Kepala Sudin KPKP Kabupaten Kepulauan Seribu, Nurliati, menegaskan bahwa transplantasi karang ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap keberlanjutan ekosistem laut di Kepulauan Seribu Utara. Terumbu karang memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keanekaragaman hayati dan menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Nurliati juga mengimbau seluruh masyarakat lokal dan wisatawan untuk turut serta mendukung upaya konservasi laut. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan aktivitas pariwisata bahari yang bertanggung jawab. Partisipasi aktif dari berbagai pihak sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang program ini.
Advertisement
Detail Pelaksanaan dan Target Pemulihan Ekosistem
Gama Eka Anantha, Kepala Seksi Kelautan pada Sudin KPKP Kabupaten Kepulauan Seribu, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini, sebanyak 100 bibit karang telah ditransplantasikan. Proses transplantasi menggunakan metode tambal sulam di Area Perlindungan Laut (APL) Pulau Pramuka.
Jenis karang yang ditanam adalah karang keras, dengan spesies Acropora sebagai mayoritas. Kegiatan ini melibatkan lima personel dan direncanakan akan terus berlanjut dua kali setiap bulan. Transplantasi ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan terumbu karang dan meningkatkan ekosistem laut, khususnya di zona konservasi.
Gama menambahkan bahwa terumbu karang yang sehat sangat membantu dalam menjaga keanekaragaman hayati laut. Keberadaan terumbu karang yang lestari akan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun komunitas lokal yang bergantung padanya.
Advertisement
Advertisement
Luas Ekosistem dan Upaya Konservasi Nasional
Data ANTARA menunjukkan bahwa total ekosistem terumbu karang di Kepulauan Seribu Utara mencakup sekitar 2.100 hektare. Angka ini berada dalam area laut seluas 107.000 hektare secara keseluruhan.
Estimasi ini merupakan perkiraan geografis dan bukan area dinamis karang hidup yang dapat berubah seiring waktu. Area terumbu karang ini berada dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu, yang membentang sekitar 107.489–108.000 hektare. Kawasan ini meliputi perairan dangkal, pulau-pulau kecil, dataran terumbu dangkal, dan zona laut lainnya.
Selain itu, area ini juga mencakup 1.994 hektare dataran terumbu dangkal dan zona laut, 119 hektare laguna, 18 hektare selat, serta lima hektare teluk yang membentuk struktur karang dangkal. Upaya Indonesia dalam melestarikan terumbu karangnya telah dimulai sejak tahun 1998 melalui Program Rehabilitasi dan Manajemen Terumbu Karang (COREMAP), yang didanai oleh pinjaman dan hibah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews