Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Dirasakan hingga Surabaya
Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan mengguncang wilayah pesisir selatan Jawa dini hari, memicu kepanikan warga di berbagai daerah, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.10 WIB. Guncangan kuat ini dilaporkan terasa di berbagai wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk hingga Surabaya dan Banyuwangi. Kejadian ini sempat membuat panik warga yang terbangun dari tidurnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur. Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menjelaskan bahwa pusat gempa berjarak sekitar 90 kilometer di tenggara Pacitan. Kedalaman gempa tergolong dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Meskipun guncangan Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan cukup kuat, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga Jumat pagi, belum ada laporan mengenai korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan signifikan. Pihak berwenang masih terus memantau dampak lanjutan di lapangan.
Detil Lokasi dan Kekuatan Gempa Pacitan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data akurat mengenai Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan yang terjadi dini hari. Pusat gempa teridentifikasi berada pada koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur. Lokasi ini menempatkan pusat gempa sekitar 90 kilometer di perairan tenggara Kabupaten Pacitan.
Kedalaman gempa yang tercatat oleh BMKG adalah 10 kilometer, yang dikategorikan sebagai gempa dangkal. "Informasi yang kami terima dari BMKG, gempa terjadi di laut dengan kedalaman dangkal," ujar Triadi Atmono, Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, mengonfirmasi data tersebut. Kedalaman dangkal ini seringkali menyebabkan guncangan yang lebih terasa di permukaan.
Meskipun demikian, BMKG dengan tegas menyatakan bahwa Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan ini tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami. Pernyataan ini penting untuk menenangkan masyarakat di wilayah pesisir. Peringatan dini tsunami hanya dikeluarkan jika ada parameter gempa tertentu yang terpenuhi.
Dampak Guncangan dan Respons Warga
Guncangan Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan dirasakan luas di berbagai daerah di Jawa Timur. Laporan menyebutkan wilayah seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Surabaya, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi turut merasakan dampak guncangan. Beberapa wilayah di jalur Pantura juga merasakan getaran yang cukup kuat.
Kekuatan guncangan yang signifikan sempat membuat warga terkejut dan terbangun dari tidur lelap mereka. Kepanikan melanda sebagian masyarakat, mendorong mereka untuk segera keluar rumah sebagai tindakan antisipasi. Hal ini merupakan respons alami dalam menghadapi ancaman gempa bumi yang tidak terduga.
Hingga Jumat pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan ini. Demikian pula, belum ada laporan kerusakan bangunan yang berarti. "Saat ini kami masih terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk kemungkinan dampak lanjutan," kata Triadi.
Pihak BPBD dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada dampak susulan yang merugikan. Pemantauan ini mencakup potensi gempa susulan yang selalu menjadi kekhawatiran setelah gempa utama. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap informasi resmi dari BMKG dan BPBD.
Sumber: AntaraNews