Petani melakukan penyemprotan pupuk cair pada tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). (merdeka.com/ arie basuki)
ADVERTISEMENT
Di tengah turunnya harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen oleh pemerintah pusat, para petani kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, justru menghadapi kenyataan pahit. Komoditas kentang yang menjadi andalan mereka tidak termasuk dalam daftar tanaman penerima pupuk bersubsidi.
Di lapangan, petani terus melakukan pemupukan rutin untuk menjaga roduktivitas tanaman, namun beban biaya tetap tinggi karena mereka harus membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang melambung. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan petani kentang Dieng yang merasa belum tersentuh kebijakan pemerintah.
Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, kebijakan baru dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 membawa perubahan signifikan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi. Jika sebelumnya ada lebih dari 60 komoditas yang menerima subsidi, kini hanya sembilan komoditas utama yang diprioritaskan sesuai kebutuhan pangan pokok nasional. Sayangnya, kentang tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Akibat kebijakan ini, banyak petani kentang di wilayah dataran tinggi Dieng merasa terpinggirkan. Mereka berharap pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan pupuk bersubsidi agar lebih inklusif dan mempertimbangkan keberlangsungan komoditas hortikultura strategis seperti kentang yang turut menopang ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Petani bersiap melakukan pemupukan tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan pemupukan tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan pemupukan tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan penyemprotan pupuk cair pada tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan penyemprotan pupuk cair pada tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan penyemprotan pupuk cair pada tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan penyemprotan pupuk cair pada tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan pemupukan tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan pemupukan tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan pemupukan tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basukiPetani melakukan pemupukan tanaman kentang di kawasan Batur, Banjarnegara, Jawa tengah, Minggu (02/11/2025). merdeka.com/ arie basuki
Pemerintah memangkas harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan produktivitas petani dan ketahanan pangan nasional. Bagaimana dampaknya?
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan Penurunan Harga Pupuk Subsidi sebesar 20 persen telah berlaku, menjamin peningkatan produktivitas petani dan swasembada pangan.
Pemerintah resmi memangkas Harga Pupuk Subsidi sebesar 20% secara nasional, sebuah langkah strategis untuk mendongkrak produktivitas petani dan menjamin ketahanan pangan.
Kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi membuat petani di Jawa Barat lebih bersemangat menanam padi, dengan harga pupuk kini lebih murah dari padi.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menyambut baik kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya tanam petani dan meningkatkan efisiensi pertanian di tengah musim tanam.
Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% disambut positif petani di Sulawesi Barat. Namun, mereka mendesak pengawasan ketat agar manfaatnya benar-benar sampai ke tangan petani. Akankah harga beras ikut stabil?
Pupuk Subsidi di Pekalongan kini lebih terjangkau! Harga turun 20% dan ketersediaan terjamin, membuat petani di Kota Pekalongan siap menyambut musim tanam dengan optimis.
Kebijakan penurunan Harga Pupuk Bersubsidi sebesar 20% disambut gembira petani Lebak, Banten. Langkah ini diharapkan mendongkrak produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya konsolidasi partai dalam Musda V Demokrat Sumatera Selatan di Hotel Aryaduta Palembang
Kepala Staf Koops Udara Nasional Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menekankan pentingnya disiplin bagi seluruh personel dalam apel khusus di Koops Udara Nasional.