Pedagang membuat ketupat dari daun kelapa muda di Pasar Palmerah, Jakarta, Selasa (9/4/2024). Menjelang Lebaran 2024, sejumlah pedagang kulit ketupat musiman mulai menjajakan dagangannya. Foto: Liputan6.com /Angga Yuniar
Kulit ketupat yang mereka jajakan dibanderol dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per ikat tergantung ukuran. Foto: Liputan6.com /Angga Yuniar
Untuk mengolahnya, biasanya ketupat ini dapat isi dengan beras maupun ketan yang kemudian direbus dengan air mendidih dalam panci hingga matang. Foto: Liputan6.com /Angga Yuniar
Jika sudah matang ketupat ini sangat nikmat disajikan dengan sayur gulai pepaya, opor ayam, rendang ataupun semur daging. Foto: Liputan6.com /Angga Yuniar
Oleh sebab itu menu ketupat memang menjadi hidangan sangat wajib di setiap keluarga saat menyambut Lebaran Idulfitri ini. Foto: Liputan6.com /Angga Yuniar
Menjelang Idul Fitri 1447 H, Pedagang Kulit Ketupat Palmerah kewalahan memenuhi tingginya permintaan. Meski harga jual naik dua kali lipat, pembeli tetap antusias menyambut tradisi Lebaran.
Permintaan Kelapa Muda Lebak melonjak signifikan menjelang Ramadhan 2026, memicu kenaikan harga dan keuntungan besar. Bagaimana dampak positifnya bagi petani dan pedagang lokal?
Ribuan warga antusias mengikuti pawai tumpeng ketupat, puncak tradisi Lebaran Ketupat Trenggalek yang telah berusia lebih dari dua abad, meriahkan Kecamatan Durenan, Jawa Timur.
Lebaran Topat, tradisi khas masyarakat Sasak di Mataram, bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi juga perekat sosial dan pendorong ekonomi yang kaya akan nilai budaya dan spiritual.
Jelajahi filosofi mendalam di balik 13 makanan tradisional Jawa. Lebih dari cita rasa, hidangan ini mengandung nilai kehidupan dan kearifan lokal yang kaya.