FOTO: Ekspor Indonesia Kian Moncer, Eropa Buka Akses Lewat IEU-CEPA
Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan substansial dalam Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto dan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Hubungan Antarlembaga, dan Transparansi, Maros Sefcovic saat penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/09/2025). (AFP/ Sonnya Tumbelaka)
ADVERTISEMENT
Setelah hampir satu dekade perundingan, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan substansial dalam Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Penandatanganan pengumuman bersama dilakukan di Nusa Dua, Bali, pada 23 September 2025, oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan, Maros Sefcovic.
Kesepakatan ini menandai tonggak sejarah baru hubungan ekonomi Indonesia dan 27 negara anggota Uni Eropa. Sejak dimulai pada Juli 2016, perundingan IEU-CEPA telah melewati 19 putaran resmi dan berbagai pertemuan informal sebelum akhirnya mencapai kata sepakat.
Sebagai mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia, nilai perdagangan dengan Uni Eropa terus meningkat. Pada 2024, total perdagangan kedua pihak mencapai USD 30,1 miliar, dengan surplus perdagangan Indonesia naik dari USD 2,5 miliar (2023) menjadi USD 4,5 miliar (2024).
Melalui IEU-CEPA, 80% ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan dikenakan tarif impor 0%. Produk-produk unggulan seperti alas kaki, tekstil, garmen, minyak sawit, hasil perikanan, hingga sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik diperkirakan kan menjadi pendorong utama. Dengan terbukanya akses pasar yang lebih luas, nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa diproyeksikan bisa berlipat ganda dalam lima tahun ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto dan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Hubungan Antarlembaga, dan Transparansi, Maros Sefcovic saat penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/09/2025). AFP/ Sonnya TumbelakaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto dan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Hubungan Antarlembaga, dan Transparansi, Maros Sefcovic saat penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/09/2025). AFP/ Sonnya TumbelakaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto dan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Hubungan Antarlembaga, dan Transparansi, Maros Sefcovic usai penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/09/2025). AFP/ Sonnya TumbelakaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto dan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Hubungan Antarlembaga, dan Transparansi, Maros Sefcovic usai penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/09/2025). AFP/ Sonnya TumbelakaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto dan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Hubungan Antarlembaga, dan Transparansi, Maros Sefcovic usai penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/09/2025). AFP/ Sonnya Tumbelaka
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau sejumlah program strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Diplomasi Prabowo Subianto di kancah internasional berhasil mempercepat finalisasi sejumlah perjanjian dagang strategis, termasuk komitmen besar dengan AS yang siap dongkrak ekspor nasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan **Diplomasi Prabowo Perjanjian Dagang** telah mempercepat kesepakatan krusial, termasuk dengan AS, membuka peluang investasi dan peningkatan ekspor.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga menekankan pentingnya penguatan Kemitraan Indonesia-Uni Eropa, terutama melalui diplomasi parlemen, untuk membuka akses pasar lebih luas dan mendorong investasi berkelanjutan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya maksimal memanfaatkan IEU-CEPA untuk meningkatkan ekspor produk kelautan Indonesia ke pasar Eropa, terutama dengan skema tarif nol.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendesak ASEAN dan Uni Eropa (EU) mempercepat kerja sama konkret demi stabilitas Indo-Pasifik. Bagaimana langkah Indonesia mewujudkannya?
Implementasi Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) diharapkan dapat melancarkan perdagangan Indonesia Polandia, termasuk potensi ekspor produk halal dan otomotif Polandia.