KKP Dorong Pemanfaatan IEU-CEPA untuk Genjot Ekspor Produk Kelautan ke Eropa

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya maksimal memanfaatkan IEU-CEPA untuk meningkatkan ekspor produk kelautan Indonesia ke pasar Eropa, terutama dengan skema tarif nol.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KKP Dorong Pemanfaatan IEU-CEPA untuk Genjot Ekspor Produk Kelautan ke Eropa
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya maksimal memanfaatkan IEU-CEPA untuk meningkatkan ekspor produk kelautan Indonesia ke pasar Eropa, terutama dengan skema tarif nol. (AntaraNews)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemanfaatan efektif perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Langkah ini bertujuan untuk menggenjot ekspor produk perikanan dan kelautan Indonesia ke pasar Eropa yang menjanjikan. Perjanjian ini diharapkan membuka peluang besar bagi komoditas unggulan nasional.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, menyatakan bahwa skema tarif nol dalam IEU-CEPA merupakan kesempatan emas. Pihaknya bertekad untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi yang ditawarkan oleh perjanjian perdagangan ini. Ini akan memberikan keunggulan kompetitif bagi produk Indonesia di Eropa.

Penandatanganan IEU-CEPA sendiri ditargetkan pada Januari 2026 oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso. Saat ini, proses draf hukum dan penerjemahan ke berbagai bahasa sedang berlangsung. Persiapan matang terus dilakukan untuk memastikan implementasi yang lancar dan optimal.

Peluang yang ditawarkan IEU-CEPA, khususnya skema tarif nol, menjadi fokus utama KKP. Machmud menekankan bahwa ini adalah momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar Eropa. Dengan tarif nol, produk kelautan Indonesia diharapkan menjadi lebih kompetitif dan menarik bagi konsumen Eropa.

Sebelum IEU-CEPA berlaku penuh, ekspor beberapa komoditas perikanan seperti udang dan tuna sudah menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya permintaan kuat dari Eropa terhadap produk kelautan Indonesia. Kehadiran IEU-CEPA akan semakin mempercepat laju pertumbuhan ekspor ini.

Bahkan, untuk produk turunan rumput laut seperti agar-agar dan kerajinan tangan, Indonesia telah mengamankan kontrak dagang senilai USD 13,65 juta. Angka ini jauh melampaui target awal sebesar USD 8 juta untuk pasar Eropa. Ini menunjukkan potensi besar yang bisa terus digali melalui perjanjian IEU-CEPA.

Machmud berharap bahwa ekspor ke Eropa akan semakin meningkat pesat setelah ketentuan tarif nol dalam perjanjian ini berlaku efektif. Pemanfaatan IEU-CEPA secara optimal akan memungkinkan Indonesia memaksimalkan peluang di pasar Eropa. Ini adalah langkah strategis untuk diversifikasi pasar ekspor.

Untuk mendukung peningkatan ekspor, KKP berencana mengintensifkan upaya promosi dengan mengundang calon pembeli Eropa. Mereka akan diajak untuk mengunjungi unit pengolahan ikan di Indonesia secara langsung. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan kualitas produk Indonesia.

Rencana promosi ini dijadwalkan sekitar Mei atau Juni 2026, setelah pameran di Barcelona pada April 2026. Machmud menyatakan, "Insya Allah, rencananya pada 2026 sekitar Mei atau Juni, setelah pameran di Barcelona pada April 2026. Kami akan mengundang mereka ke Indonesia untuk kegiatan promosi." Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang KKP.

Menteri Perdagangan Budi Santoso telah menetapkan target penandatanganan IEU-CEPA pada Januari 2026. Proses ini melibatkan penyelesaian draf hukum dan penerjemahan ke berbagai bahasa resmi Uni Eropa. Keberhasilan penandatanganan akan menjadi tonggak penting bagi hubungan dagang Indonesia-Eropa.

Santoso menambahkan bahwa perjanjian ini sedang dalam tahap akhir penyelesaian. Persiapan yang cermat ini memastikan bahwa semua aspek hukum dan teknis telah terpenuhi. Dengan demikian, IEU-CEPA dapat segera diimplementasikan untuk memberikan manfaat maksimal bagi kedua belah pihak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi