Indonesia - Uni Eropa Teken Perjanjian IEU CEPA dan Berlaku Mulai 1 Januari 2027, Apa Manfaatnya?
Kesepakatan tersebut diyakini dapat memberikan manfaat konkret bagi Indonesia, khususnya dalam memperluas ekspor dan mengamankan akses pasar.
Pemerintah Indonesia secara resmi menandatangani kesepakatan substantif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang dilakukan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (23/9).
Kesepakatan tersebut dicapai setelah menjalani rangkaian proses perundingan sepanjang hampir satu dekade. Capaian tersebut, menjadi tindak lanjut konkret dari pengumuman kesepakatan mengenai kesimpulan CEPA yang dilakukan oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen dalam pertemuan di Belgia pada bulan Juli 2025 lalu.
Selain itu, kesepakatan tersebut menempatkan Indonesia setelah Singapura dan Vietnam yang terlebih dahulu menandatangani CEPA dengan Uni Eropa serta sekaligus menjamin terciptanya persaingan yang lebih adil atau equal level of playing field bagi produk dan investasi Indonesia dan menegaskan posisi kuat Indonesia di kancah global.
"Dari putaran pertama perundingan di Brussels pada tanggal 20-21 September 2016 hingga hari ini di Bali, perjalanan sembilan tahun ini telah membawa kita pada sebuah tonggak bersejarah yang mencerminkan komitmen bersama dan berkelanjutan kita terhadap kemitraan ekonomi yang terbuka, adil, dan berkelanjutan melalui IEU–CEPA," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Selain itu, Menko Airlangga juga menyampaikan, bahwa IEU-CEPA akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Sejak saat ini hingga masa berlakunya IEU-CEPA, pihaknya akan berfokus pada sektor-sektor prioritas.
Selain itu, kesepakatan tersebut diyakini dapat memberikan manfaat konkret bagi Indonesia, khususnya dalam memperluas ekspor dan mengamankan akses pasar yang lebih luas di Uni Eropa. Liberalisasi pasar di bawah IEU-CEPA sendiri akan mencakup bidang barang, jasa, dan investasi.
"Terkait dengan barang, kedua pihak telah berkomitmen untuk menghilangkan tarif pada lebih dari 98 persen jenis tarif dan 99 persen dari total nilai impor," imbuhnya.
Implementasi Kesepakatan
Kemudian, saat implementasi kesepakatan tersebut, produk Indonesia langsung akan menikmati tarif 0 persen di 90,40 persen pasar Uni Eropa dan dengan pengurangan tarif lebih lanjut yang akan menyusul secara bertahap. Selanjutnya, dengan pemberlakuan kesepakatan tersebut, komoditas utama ekspor Indonesia seperti minyak sawit, kopi, tekstil dan pakaian jadi, alas kaki, dan furnitur diproyeksikan akan mengalami peningkatan.
"Ekspor Indonesia diperkirakan akan meningkat pada komoditas utama. Seperti minyak sawit, kopi, tekstil, pakaian, perikanan, eletronik, peralatan makan, serta produk furnitur," jelasnya.
Selain itu, IEU-CEPA juga akan membuka peluang bagi Indonesia untuk mengekspor produk-produk berteknologi tinggi, termasuk ponsel pintar dan peralatan telekomunikasi, sehingga mendorong diversifikasi ekspor dan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
Terkait fasilitasi perdagangan, kedua pihak akan memperkuat kerja sama melalui penyederhanaan prosedur ekspor-impor, dan kolaborasi yang lebih erat antara otoritas pabean.
"Di sisi investasi Uni Eropa sejak lama menjadi salah satu dari lima besar investor di Indonesia, dengan kontribusi signifikan," ujarnya.
Rencana Deregulasi
Kemudian, ke depan Pemerintah Indonesia akan terus melakukan upaya deregulasi dan reformasi kebijakan sejalan dengan peluang akses pasar yang lebih luas yang muncul dari implementasi IEU–CEPA serta bonus demografi Indonesia. Pendekatan tersebut juga diharapkan akan semakin mendukung peningkatan daya saing nasional.
"Dengan penandatanganan dan pengumuman bersama atas kesimpulan substantif negosiasi CEPA, dimulailah era baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Kerja sama ini merupakan kolaborasi antara 723 juta orang dari kedua negara dengan nilai lebih dari USD21 triliun," ujar Menko Airlangga.
Sementara, Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maroš Šefčovič mengatakan, bahwa hal merupakan kehormatan baginya untuk berdiri bersama Menteri Airlangga, juga seluruh Duta Besar Uni Eropa dan tim negosiasi Indonesia yang sangat tangguh, kuat, dan dinamis pada seremoni bersejarah ini.
"Saya ingin memulai dengan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Menteri Airlangga, karena dedikasi pribadi, keterlibatan yang konstruktif, dan kepemimpinan politik yang kuat, merupakan kunci dan berperan penting dalam membawa kita ke momen yang sungguh bersejarah ini,” ujar Maroš.