Fakta Unik: Panggung Maestro ke-9 Jadi Ajang Kemenbud Lestarikan Budaya Langka Nusantara
Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen melestarikan budaya Nusantara melalui gelaran Panggung Maestro ke-9, sebuah inisiatif penting untuk menginspirasi generasi muda.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyatakan bahwa gelaran "Panggung Maestro ke-9" merupakan upaya pemerintah dalam memfasilitasi para maestro Indonesia untuk melestarikan kekayaan budaya Nusantara. Pernyataan ini disampaikan Fadli di Jakarta pada 28 Oktober, menggarisbawahi pentingnya acara ini sebagai wadah pelestarian.
Acara yang akan diselenggarakan pada 28-29 Oktober 2025 di Museum Nasional Indonesia ini, bertujuan untuk menjaga keberlangsungan ekspresi budaya yang semakin langka. Panggung Maestro ke-9 diharapkan dapat menjadi platform bagi para seniman tradisi untuk menampilkan keahlian mereka.
Fadli Zon juga berharap para maestro dapat berbagi pengalaman dan ilmu kepada generasi muda, memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan. Ini adalah langkah strategis untuk menumbuhkan minat dan regenerasi dalam seni tradisi Indonesia.
Dukungan Kemenbud untuk Pelestarian Budaya Nusantara
Kementerian Kebudayaan secara aktif mendukung inisiatif Panggung Maestro sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian seni dan budaya bangsa. Menbud Fadli Zon menekankan bahwa acara ini krusial untuk menjaga warisan budaya yang terancam punah.
"Dengan hadirnya panggung maestro ini, kita terus melestarikan budaya-budaya, ekspresi-ekspresi budaya yang ada terutama yang memang semakin langka," ujar Fadli. Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintah pada upaya konservasi dan revitalisasi seni tradisi.
Gelaran Panggung Maestro, yang edisi pertamanya diselenggarakan pada Juli 2023, telah menjadi agenda rutin yang dinantikan. Ini menunjukkan konsistensi pemerintah dalam memfasilitasi ruang bagi para maestro untuk terus berkarya dan menginspirasi.
Panggung Maestro: Apresiasi dan Inspirasi Generasi Muda
Selain sebagai ajang pelestarian, Panggung Maestro juga berfungsi sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi para maestro seni. Fadli Zon menyatakan bahwa acara ini adalah pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya.
Para maestro tradisi, dengan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang mendalam di bidangnya, diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi generasi muda. "Dan kita berharap para maestro ini juga berbagi pengalaman dengan yang muda-muda, menurunkan ilmunya, pengetahuannya, keterampilannya, dan juga terutama ekspresi di dalam berkesenian," kata Fadli.
Inisiatif ini dirancang untuk mendorong regenerasi seniman dan memastikan bahwa seni tradisi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tangan generasi penerus. "Dan ini juga sekaligus memberikan satu apresiasi kepada para maestro kita atas kontribusi mereka dalam seni budaya," tutup Menbud Fadli.
Maestro Seni Tradisi dari Bali dan Sumatera Barat Siap Tampil
Panggung Maestro IX merupakan pergelaran seni pertunjukan tradisi Nusantara yang diselenggarakan berkat kerja sama antara Yayasan Bali Purnati, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Museum Cagar Budaya, dan Museum Nasional Indonesia.
Edisi kesembilan ini akan menghadirkan maestro seni tradisi dari dua wilayah kaya budaya, yaitu Bali dan Sumatera Barat. Kehadiran mereka menjanjikan pertunjukan yang otentik dan memukau.
Dari Bali, penonton akan disuguhkan penampilan tari Gambuh Batuan oleh maestro I Made Djimat (83 tahun), I Wayan Bawa (60 tahun), serta Ni Wayan Sekarini (61 tahun). Sementara itu, perwakilan dari Sumatera Barat akan mempersembahkan beragam kesenian sakral, antara lain:
- Kesenian sakral Gondang Baroguang dengan maestro Asmar (82 tahun).
- Maestro tari piring dan suluah Asnimar (82 tahun).
- Maestro Dendang Ernawati atau Tek E (66 tahun).
- Maestro saluang M. Halim atau Mak Lenggang (63 tahun).
- Maestro tari buai-buai Masri (71 tahun).
Kolaborasi ini menunjukkan kekayaan dan keragaman seni tradisi Indonesia yang terus dijaga dan diperkenalkan kepada publik.
Sumber: AntaraNews