Ribuan warga Kota Magelang membanjiri Alun-Alun untuk mengikuti acara Gerebek Getuk yang meriah. Kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-1.120 kota setempat yang jatuh pada Minggu, 12 April.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat 17 kelurahan turut berpartisipasi dengan membawa kreasi gunungan khas masing-masing. Acara Gerebek Getuk ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajang pelestarian seni dan budaya lokal yang kaya.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa dedikasi para seniman dan budayawan telah menjadikan perayaan Gerebek Getuk 2026 berjalan lancar serta sukses menampilkan kekayaan seni budaya dengan sangat baik.
Advertisement
Advertisement
Perayaan Gerebek Getuk Magelang tahun ini berhasil menarik perhatian ribuan warga yang memadati Alun-Alun Kota Magelang. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Magelang dalam melestarikan tradisi serta mempromosikan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Partisipasi aktif dari 17 kelurahan di Kota Magelang menjadi salah satu daya tarik utama. Setiap kelurahan menampilkan gunungan unik dengan berbagai kreasi, mencerminkan identitas dan kreativitas masing-masing wilayah. Hal ini memperkaya visual dan makna dari keseluruhan prosesi budaya yang digelar.
Wali Kota Damar Prasetyono secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para seniman dan budayawan. Peran mereka sangat krusial dalam menyukseskan acara, memastikan setiap detail prosesi terlaksana dengan rapi, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya tetap terjaga.
Advertisement
Advertisement
Gerebek Getuk Magelang tahun ini menghadirkan wajah baru dalam prosesi budayanya. Jika sebelumnya rute perjalanan menggunakan delman dari kantor PDAM Kota Magelang, kini panitia menetapkan rute jalan kaki bersama.
Prosesi dimulai dari Pendopo menuju tengah Alun-Alun Kota Magelang. Perubahan rute ini dilakukan seiring dengan telah dihibahkannya bangunan di sisi utara alun-alun dari Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Kota Magelang.
Tahun 2026 menjadi tahun pertama fasilitas Pendopo tersebut digunakan secara 100 persen untuk kepentingan publik. Pendopo kini menjadi milik masyarakat, sehingga prosesi penerimaan dari Mantiasih dapat dilakukan di sana sebelum bergerak menuju titik pusat massa. Inovasi ini memberikan pengalaman baru bagi peserta dan penonton.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kota Magelang menunjukkan komitmen kuat untuk terus menyempurnakan penyelenggaraan Gerebek Getuk di tahun-tahun mendatang. Inovasi dilakukan tanpa meninggalkan pakem sejarah yang menjadi dasar kuat acara ini.
Prinsip dasar yang wajib dijaga adalah Pakem Sejarah Mantiasih, yang merupakan akar berdirinya Kota Magelang. Tujuan utamanya adalah meningkatkan daya tarik wisata tanpa mengaburkan nilai-nilai luhur sejarah yang terkandung dalam setiap prosesi.
Wali Kota Damar Prasetyono menegaskan bahwa inovasi boleh dilakukan selama tidak keluar dari pakem itu sendiri. Sejarah Mantiasih dan sejarah Kota Magelang adalah pakem utama yang harus tetap dilaksanakan dan menjadi pedoman dalam setiap pengembangan acara Gerebek Getuk Magelang di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews