Tim Ratoh Jaroe SMA Negeri 4 Semarang (SMAPA) telah mengukir prestasi dengan menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Thailand International Folklore Festival. Keikutsertaan ini membawa misi budaya penting untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Indonesia di kancah internasional. Kegiatan prestisius ini berlangsung di Thailand, dimulai pada Minggu (05/4), dengan informasi keberangkatan tim yang disampaikan dari Jakarta.
Sebanyak 13 siswa SMAPA yang berbakat telah terpilih untuk berpartisipasi, di mana mereka akan berkompetisi dan berinteraksi dengan peserta dari tujuh negara lain. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga platform strategis untuk pertukaran budaya dan diplomasi seni antarnegara yang berharga.
Rinayanti Budi Harpeningtyas, Guru Pembimbing Ratoh Jaroe SMAPA, menegaskan bahwa peran siswa lebih dari sekadar penampil. Beliau menyatakan, “Ini bukan hanya soal tampil di panggung internasional, tetapi bagaimana anak-anak bisa menjadi duta budaya yang memperkenalkan identitas Indonesia dengan penuh kebanggaan.”
Advertisement
Advertisement
Partisipasi Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang dalam Thailand International Folklore Festival menandai sebuah langkah signifikan dalam promosi budaya. Ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukkan keragaman seninya dan memperkuat hubungan diplomasi melalui seni.
Selama sembilan hari penuh di Thailand, tim SMAPA tidak hanya akan terlibat dalam sesi kompetisi festival seni yang ketat. Mereka juga akan menjalani serangkaian roadshow budaya yang ekstensif di berbagai kota, memperluas jangkauan misi mereka.
Melalui setiap penampilan, para siswa diharapkan dapat menjadi jembatan budaya. Mereka membawa semangat dan kebanggaan akan warisan budaya bangsa ke mata dunia, menginspirasi apresiasi global terhadap Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Semarang memiliki jadwal padat untuk tampil di sejumlah kota besar dan daerah penting di Thailand. Destinasi mereka meliputi Samut Prakan, ibu kota Bangkok, Saraburi, dan Lopburi, yang semuanya merupakan pusat budaya dan pariwisata.
Selain itu, mereka juga akan menyambangi Korat, Buriram, Surin, Sisaket, Chonburi, hingga Chachoengsao, sebagai bagian integral dari upaya memperkenalkan Indonesia. Tujuan utama adalah untuk menjangkau masyarakat internasional secara lebih luas.
Indonesia diakui secara global sebagai negara yang diberkahi dengan keragaman seni dan budaya yang luar biasa. Tari Ratoh Jaroe, sebuah tarian khas dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, adalah salah satu permata budaya yang akan mereka sajikan.
Advertisement
Rinayanti menambahkan bahwa tarian ini sarat dengan nilai-nilai kekompakan, ritme yang dinamis, serta pesan budaya dan religius yang kuat. Karakteristik unik inilah yang menjadikan Ratoh Jaroe pilihan tepat untuk diperkenalkan di panggung internasional.
Advertisement
Sebanyak 13 siswa SMAN 4 Semarang telah terpilih dengan cermat untuk mengemban misi penting ini. Mereka adalah Almira Silmi Hidayatunnisa, Amara As Aluka Billah, Bunga Berliana Shanika Karin, dan Cahyati Maura Ardiningrum, yang siap memberikan penampilan terbaik.
Daftar anggota tim juga mencakup Jadaeiradinda Haidar, Jessie Putri Aulya Fadhillah, Keisha Zevania Wihelmina, Meyla Dwi Vera, serta Miranda Aline Satoto. Setiap anggota membawa semangat dan dedikasi tinggi.
Melengkapi tim adalah Mutiara Zatil Aqmara Wijanarko, Najla Ranaa Maritza Wibowo, Reva Cahya Arafah, dan Zafira Luwi Anindya. Mereka semua telah berlatih keras untuk mempersiapkan diri.
Advertisement
Humas Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Najla Ranaa Maritza Wibowo dan Bunga Berliana Shanika Karin, yang juga merupakan penari dalam tim, kompak mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas kesempatan ini. Mereka menyatakan, “Kami membawa semangat untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Ratoh Jaroe, agar semakin dikenal dunia. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami.”
Sumber: AntaraNews