Fakta Unik: Data Akurat Jadi Kunci Sukses Penurunan Kemiskinan Nasional, Target Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2026?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf tegaskan validasi **data akurat penurunan kemiskinan** jadi kunci utama. Pemerintah optimis capai target nol persen kemiskinan ekstrem di 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Minggu, 2 November, menegaskan bahwa validasi keakuratan data kesejahteraan sosial merupakan kunci utama. Hal ini krusial untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia secara terukur dan berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan usai membuka acara "Pahlawanku Teladanku November Run 2025" di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Menurut Saifullah, Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya data yang akurat sebagai langkah awal pengentasan kemiskinan. "Presiden Prabowo menekankan bahwa langkah pertama untuk mengentaskan kemiskinan adalah memastikan datanya akurat. Kalau datanya akurat, intervensinya juga akurat," kata Saifullah kepada pewarta. Kebijakan yang berbasis data akan memudahkan integrasi antar-program.
Pemerintah saat ini telah memiliki Data Terpadu Sosial Ekonomi (DTSEN) yang keakuratannya terus dimutakhirkan. Pemutakhiran ini dilakukan oleh berbagai kementerian/lembaga, khususnya Badan Pusat Statistik (BPS). Upaya ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8/2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Pentingnya Data Terpadu dan Akurat
Pemerintah menyadari bahwa **data akurat penurunan kemiskinan** adalah fondasi utama keberhasilan program. Dengan data yang terintegrasi dan valid, berbagai program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif. Hal ini akan mempercepat dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Dengan data yang sama dan valid, berbagai program bisa terintegrasi. Dampaknya lebih cepat dirasakan masyarakat," ujar Saifullah. Pernyataan ini disampaikan dalam acara yang turut dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan perwakilan keluarga pahlawan nasional kemerdekaan RI. Integrasi program ini menjadi sangat penting untuk mencapai target nasional.
Validasi data yang terus-menerus dan pemanfaatan DTSEN sesuai Inpres 8/2025 menunjukkan komitmen pemerintah. Kolaborasi lintas kementerian/lembaga serta pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Ini untuk memastikan bahwa setiap intervensi tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Progres dan Target Pengentasan Kemiskinan Nasional
Saifullah menilai, langkah-langkah strategis pemerintah di bawah arahan Presiden telah menunjukkan hasil signifikan. Angka kemiskinan di Indonesia telah menurun dalam beberapa bulan terakhir. Ini merupakan indikator positif dari upaya yang telah dilakukan.
"Terakhir angka kemiskinan ada di sekitar 8,47 persen, dan mudah-mudahan dalam rilis berikutnya bisa turun lagi," jelasnya. Optimisme ini didasarkan pada progres yang terlihat dan komitmen kuat dari berbagai pihak. Pemerintah bertekad untuk terus menekan angka kemiskinan.
Pemerintah memiliki target ambisius untuk menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026. Selain itu, target kemiskinan umum diharapkan berada di bawah lima persen pada tahun 2029. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi yang kuat antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sangat diperlukan. "Kalau data diperbaiki, intervensinya dilakukan bersama-sama, target nol persen kemiskinan ekstrem bisa tercapai," pungkas Saifullah.
Sumber: AntaraNews