Fakta Unik: 12 dari 13 Kecamatan di OKU Sudah Punya Sekolah Lansia Tangguh, Apa Tujuannya?
Pemerintah Kabupaten OKU menargetkan 13 kecamatan membentuk Sekolah Lansia Tangguh untuk mewujudkan lansia mandiri. Simak bagaimana program ini mencetak lansia SMART dan dampaknya bagi kualitas penduduk.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, memiliki target ambisius pada tahun ini. Mereka berencana membentuk program Sekolah Lansia Tangguh di seluruh 13 kecamatan di wilayahnya. Inisiatif ini bertujuan utama untuk mewujudkan lansia yang mandiri dan berdaya di tengah masyarakat.
Program Sekolah Lansia Tangguh ini merupakan upaya serius dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKU. Melalui program ini, diharapkan para lanjut usia dapat menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik. Ini adalah langkah konkret pemerintah daerah dalam memperhatikan kesejahteraan warganya.
Nuryati Hidayah, selaku Manager Sekolah Lansia, menjelaskan bahwa program ini menyasar masyarakat usia lanjut. Rentang usia yang menjadi fokus adalah 60 hingga 80 tahun, bahkan hingga ke pelosok desa. Tujuannya adalah menciptakan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif, disingkat SMART.
Target Ambisius: Menjangkau Seluruh Kecamatan di OKU
Hingga saat ini, progres pembentukan Sekolah Lansia Tangguh di Kabupaten OKU menunjukkan capaian yang signifikan. Dari total 13 kecamatan yang ditargetkan, 12 di antaranya telah berhasil membentuk Sekolah Lansia. Jumlah peserta yang telah bergabung dalam program ini mencapai sekitar 500 orang, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para lansia.
Dua belas kecamatan yang telah sukses mengimplementasikan program ini meliputi Baturaja Barat, Semidang Aji, dan Baturaja Timur. Selain itu, ada juga Muarajaya, Lubuk Batang, Sosoh Buay Rayap, serta Peninjauan. Kecamatan lainnya adalah Lengkiti, Sinar Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya, Lubuk Raja, dan Ulu Ogan. Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat untuk perluasan program.
Nuryati Hidayah menambahkan bahwa saat ini hanya Kecamatan Pengandonan yang belum membentuk Sekolah Lansia Tangguh. Pihak DPPKB OKU terus mendorong pemerintah kecamatan tersebut. Tujuannya agar segera merealisasikan pembentukan Sekolah Lansia demi pemerataan manfaat program ini ke seluruh wilayah OKU.
Mencetak Lansia SMART: Lebih dari Sekadar Fisik
Pembentukan Sekolah Lansia Tangguh tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, melainkan pada pengembangan holistik. Program ini dirancang untuk menciptakan lansia yang sehat secara fisik dan mental. Selain itu, para lansia diharapkan mandiri dalam beraktivitas sehari-hari, mengurangi ketergantungan pada pihak lain.
Nuryati Hidayah menekankan bahwa program ini memiliki keterkaitan antar-elemen yang kompleks dan saling mendukung. Aspek fisik, sosial, psikologis, ekonomi, dan spiritual menjadi bagian integral dari kurikulum yang diajarkan. Pendekatan holistik ini memastikan pengembangan lansia secara menyeluruh, mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan usia lanjut.
Kehadiran Sekolah Lansia diharapkan dapat memaksimalkan potensi para lansia yang masih produktif serta memiliki semangat tinggi. Program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas penduduk di suatu daerah lokal secara keseluruhan, menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lansia. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah untuk masyarakat, khususnya para lansia, agar mereka tetap berdaya.
Dengan adanya Sekolah Lansia Tangguh, para lansia dapat tetap aktif dan produktif dalam komunitas mereka. Mereka akan mendapatkan dukungan untuk terus berkontribusi dan merasa berharga sebagai bagian integral dari masyarakat. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan sosial dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten OKU.
Inisiatif Pemerintah Kabupaten OKU melalui program Sekolah Lansia Tangguh ini patut diapresiasi. Dengan target yang jelas dan capaian yang signifikan, program ini berpotensi besar untuk mengubah paradigma tentang lansia. Ini bukan hanya tentang memperpanjang usia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup di masa tua.
Sumber: AntaraNews