Eks Pimpinan KPK Nurul Ghufron Ditunjuk jadi Komisaris Independen Bank Jatim
Nurul Ghufron ditunjuk bersama dua nama lain yang juga akan menjadi komisaris independen. Yakni Adi Sulistyowati dan Asri Agung Putra.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menunjuk mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron sebagai Komisaris Independen Bank Jatim. Penunjukan itu dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar pada Kamis (22/05) di kantor pusat Bank Jatim yang ada di Surabaya.
Nurul Ghufron ditunjuk bersama dua nama lain yang juga akan menjadi komisaris independen. Yakni Adi Sulistyowati dan Asri Agung Putra.
Adi Sulistyowati merupakan Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Pembiayaan dan Perizinan Usaha Koperasi yang juga menjabat komisaris independen di BTN. Bankir perempuan senior ini juga akan ditunjuk menjadi Komisaris Utama Independen.
Sedangkan Asri Agung Putra merupakan Staf Ahli Jaksa Agung bidang Pertimbangan dan Pengembangan Hukum. Doktor hukum dari Unair ini sebelumnya jadi sorotan gara-gara cuitan salah satu menantunya yang juga selebgram Jelita Jeje yang mengaku bahwa mertuanya biasa mendapat fasilitas jet pribadi hingga hotel dari pengusaha. Fasilitas itu biasa didapatkan jika mertuanya -atau pejabat lain- akan bepergian karena merupakan pejabat negara.
Cuitan itu ditulis Jeje untuk membela Kaesang Pangarep dan Erina Gudono yang pergi ke AS menggunakan jet pribadi.
Nurul Ghufron, Adi Sulistyowati dan Asri Agung Putra baru akan efektif menjadi komisaris independen di Bank Jatim setelah lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dari Otoriras Jasa Keuangan (OJK).
Tanggapan Nurul Ghufron
Diwawancarai melalui pesan whatsapp, Nurul Ghufron mengakui mendapat pesan khusus dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebelum diumumkan menjadi komisaris independen di Bank Jatim pada hari ini.
“Bank Jatim harus menjadi banknya rakyat Jawa Timur, untuk itu kinerja yg diharapkan ke depan yang utama adalah memfasilitasi dan menumbuh-kembangkan ekonomi rakyat. Oleh karena itu kami akan mengawasi dan mengarahkan gerak bisnis Bank Jatim untuk menyentuh perekonomian semua lapisan masyarakat Jawa Timur,” ujar mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.
Ghufron dan kedua koleganya ditunjuk menjadi komisaris independen di Bank Jatim di saat bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov Jatim dan seluruh pemkab-pemkot di Jatim, sedang disorot kasus hukum.
Saat ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta sedang mengusut kasus korupsi kredit fiktif di Bank Jatim cabang Jakarta yang merugikan negara sebesar Rp 569,4 Miliar. Kasus ini juga sedang menjadi bola panas di DPRD Jatim.
Ditanya soal itu, Ghufron mengakui bahwa kasus kredit fiktif di Bank Jatim cabang Jakarta juga menjadi sorotan yang mendasari pemilihan dirinya dan dua koleganya sebagai komisaris independen Bank Jatim.
“Kasus kredit fiktif itu salah satu yang mendasari perlunya penguatan aspek pengawasan internal. Pemegang saham berharap tidak ada lagi kredit-kredit fiktif ataupun kebocoran yang mengganggu kinerja Bank Jatim. Termasuk mengantisipasi tantangan digitalisasi perbankan yang diharapkan juga mempermudah pengawasan,” papar mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej) ini.
Sebelumnya, Ghufron juga menjadi perhatian karena lolos seleksi administratif sebagai calon hakim agung di kamar pidana Mahkamah Agung (MA). Namun tidak diketahui kelanjutan dalam seleksi ini. Ditanya terkait hal itu, ia menolak menjawab.
“Tidak relevan,” pungkasnya.
Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris
Selain penunjukan tiga komisaris independen, RUPS LB Bank Jatim pada hari ini juga menunjuk direktur baru, menggantikan direktur sebelumnya, Busrul Iman yang habis masa jabatannya.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 di Bank Jatim Kantor Pusat Surabaya, Kamis, 22 Mei 2025.
Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 kali ini, juga terdapat agenda perubahan susunan pengurus perseroan yang salah satunya adalah pemberhentian dengan hormat Direktur Utama Busrul Iman yang juga telah berakhir masa periode jabatannya.
Posisi Dirut Bank Jatim kini dipegang oleh Winardi Legowo, bankir senior yang lama berkarir di Bank Mandiri.
Selain itu, dalam RUPS, pemegang saham juga memberhentikan tiga direksi lain. Yakni Edi Masrianto (Direktur Keuangan), Eko Susetyono (Direktur Manajemen Resiko) dan Zulhelfi Abidin (Direktur IT dan Digital).
Empat nama direksi tersebut, sebelumnya banyak disorot karena dianggap harus bertanggungjawab atas kasus kredit fiktif di Bank Jatim cabang Jakarta yang merugikan negara hingga lebih dari setengah triliun rupiah.
”Memberhentikan dengan hormat Edi Masrianto, Eko Susetyono dan Zulhelfi Abidin,” tulis siaran pers Bank Jatim.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Jatim setelah pelaksanaan RUPS LB Tahun 2025:
Dewan Komisaris
Calon Komisaris Utama Independen : Adi Sulistyowati
Komisaris : Adhy Karyono
Komisaris Independen : Muhammad Mas’ud
Komisaris Independen : Dadang Setiabudi
Calon Komisaris Independen : Asri Agung Putra
Calon Komisaris Independen : Nurul Ghufron
Dewan Direksi
Calon Direktur Utama : Winardi Legowo
Calon Wakil Direktur Utama : R. Arief Wicaksono
Calon Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah : Tonny Prasetyo
Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah
Calon Direktur Keuangan, Treasury & Global Services : RM Wahyukusumo Wisnubroto
Direktur Bisnis Menengah, Korporasi, dan Jaringan : Arif Suhirman
Calon Direktur IT, Digital, dan Operasional : Wiweko Probojakti
Calon Direktur Manajemen Risiko : Wioga Adhiarma Aji
Ketua Dewan Pengawas Syariah : Dr (HC) KH Afifuddin Muhajir, Mpd.
Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah : Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE, M.T, Ak
Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah : Ir. H. Tamhid Mashudi
Posisi komisaris maupun direksi yang baru ditunjuk hari ini akan berlaku efektif sejak lulus penilaian kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, status mereka saat ini adalah calon.