RUPS LB Bank Banten Rombak Pengurus, Aset Tembus Rp10 Triliun Perkuat Kinerja Positif
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Banten menyepakati perombakan pengurus di tengah capaian aset yang menembus Rp10 triliun, menegaskan komitmen penguatan kinerja Bank Banten.
SERANG – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk telah dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di Serang. Gubernur Banten Andra Soni memimpin langsung RUPS LB ini, yang menghasilkan keputusan penting terkait perombakan pengurus perseroan.
Perombakan pengurus ini dilakukan di tengah kinerja positif Bank Banten, di mana aset perusahaan berhasil menembus angka di atas Rp10 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dan stabilitas keuangan Bank Banten yang semakin kokoh.
Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa bank daerah tersebut harus menjadi identitas dan instrumen strategis untuk membangun pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Banten. Dukungan pemerintah daerah terhadap Bank Banten juga terus menguat, salah satunya melalui penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Peran Strategis Bank Banten dalam Pembangunan Daerah
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan harapannya agar Bank Banten tidak hanya berfungsi sebagai simbol daerah. Lebih dari itu, bank daerah ini dituntut menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkesinambungan bagi masyarakat Banten.
Andra Soni juga menekankan pentingnya Bank Banten dalam menciptakan produktivitas berkualitas bagi warga Banten. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor keuangan.
Dukungan konkret dari pemerintah daerah terlihat melalui penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di Bank Banten. Langkah ini merupakan bentuk optimalisasi potensi keuangan daerah sekaligus memperkuat permodalan Bank Banten.
Kinerja Positif dan Sinergi Bank Banten
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, memaparkan tren positif yang dicatatkan perseroan sepanjang tahun 2025. Kinerja keuangan Bank Banten menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Hingga akhir tahun 2025, aset Bank Banten tercatat menembus angka di atas Rp10 triliun, dengan penyaluran kredit mencapai lebih dari Rp5 triliun. Rasio keuangan perseroan juga membaik, termasuk Non-performing loan (NPL) neto yang terjaga di bawah 5 persen sesuai ketentuan OJK.
Permodalan Bank Banten semakin kuat berkat efektifnya mekanisme Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim. Bank Jatim juga menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan sinergi bisnis, transformasi sumber daya manusia, dan peningkatan kapasitas teknologi informasi (IT) Bank Banten pada tahun 2026.
Susunan Pengurus Baru Bank Banten
RUPS LB yang dipimpin oleh Komisaris Utama Hoirudin Hasibuan menyetujui dua agenda utama. Agenda tersebut meliputi penerimaan pengunduran diri Direktur Bisnis serta perubahan struktur pengurus perseroan.
Pengunduran diri Bambang Widyatmoko dari jabatan Direktur Bisnis dan Transformasi telah diterima. Selanjutnya, RUPS LB menetapkan susunan pengurus baru untuk memperkuat manajemen Bank Banten.
Berikut adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten hasil keputusan RUPS LB:
- Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Hoirudin Hasibuan
- Komisaris Independen: Deden Riki Hayatul Firman
- Komisaris Perwakilan Pemprov Banten: Deden Apriandhi dan Rina Dewiyanti
- Direktur Utama: Muhammad Busthami
- Direktur Kepatuhan: Eko Virgianto
- Direktur Bisnis: Slamet Riyadi
- Direktur Operasional dan Transformasi: Purbaji Basuki
Sumber: AntaraNews