Fakta Unik: Dirut Bank Banten Sebut Peran Media Vital Bangun Kepercayaan Publik Pasca Krisis Likuiditas
Direktur Utama Bank Banten menegaskan **peran media Bank Banten** sangat krusial dalam membangun kepercayaan publik, terutama setelah bank ini pulih dari krisis likuiditas. Simak selengkapnya!
Muhammad Busthami, Direktur Utama Bank Banten, menegaskan pentingnya peran media dalam membangun kepercayaan publik. Pernyataan ini disampaikan saat menerima kunjungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten di Serang, Selasa (05/11).
Menurut Busthami, media massa menjadi sarana informasi yang kuat untuk mengembalikan dan memperkuat keyakinan masyarakat. Hal ini sangat krusial, terutama bagi lembaga perbankan daerah seperti Bank Banten.
Kolaborasi dengan media, khususnya PWI Banten, diharapkan dapat menghasilkan pemberitaan yang positif. Tujuannya adalah untuk mencerahkan dan membangun kemajuan daerah serta perekonomian lokal.
Media sebagai Penjaga Kepercayaan di Era Digital
Perkembangan teknologi digitalisasi yang pesat, termasuk media online dan media sosial, membawa tantangan tersendiri. Namun, hal ini juga menjadi peluang bagi media untuk menyajikan pemberitaan yang mencerahkan.
Kehadiran media yang kredibel sangat dibutuhkan untuk menangkal berita-berita hoaks yang berpotensi merugikan. Berita palsu dapat berdampak negatif pada masyarakat, termasuk sektor perbankan.
"Untuk itu, peran media saat ini menjadi sarana informasi yang kuat untuk membangun kepercayaan publik," ujar Muhammad Busthami. Pihaknya berkomitmen menjalin kerja sama erat dengan PWI Banten.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan informasi yang tersampaikan kepada publik adalah akurat dan konstruktif. Ini akan mendukung kemajuan daerah serta peningkatan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Bank Banten Bangkit dari Krisis Likuiditas
Bank Banten, yang berdiri pada tahun 2016, sempat mengalami masa-masa sulit dengan kerugian miliaran rupiah. Kondisi ini terjadi beberapa tahun setelah bank tersebut didirikan.
Pada Juli 2020, Bank Banten bahkan sempat berada di bawah pengawasan khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akibat krisis likuiditas. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Namun, berkat langkah-langkah perbaikan dan restrukturisasi internal yang sigap, Bank Banten berhasil bangkit. Status pengawasan khusus oleh OJK dicabut pada Mei 2021, menandakan bank kembali sehat.
"Kita terus memperkuat perannya sebagai bank daerah," kata Busthami. Bank Banten kini fokus pada pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari setiap kabupaten/kota di Banten.
Sinergi PWI Banten dan Peran dalam Pembangunan Daerah
Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, menyatakan kesiapan penuh organisasinya untuk bersinergi dengan Bank Banten. Sinergi ini akan diwujudkan melalui pemberitaan positif yang mendukung bank daerah.
Selain itu, PWI Banten juga siap berkontribusi dalam penguatan literasi keuangan publik. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung agenda-agenda pembangunan daerah di Provinsi Banten.
PWI Banten akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) pada 6-9 Februari 2026. Acara besar ini rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kami berharap pelaksanaan HPN berjalan sukses dan lancar," ujar Rian Nopandra. Ia menambahkan bahwa HPN diharapkan membawa dampak positif signifikan untuk kemajuan Banten secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews