Dubes Indroyono Dorong Perluasan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-AS Melalui Pertemuan Daring Siswa
Duta Besar Indroyono Soesilo mengusulkan perluasan kerja sama pendidikan Indonesia-AS melalui program pertemuan daring antarsiswa, memanfaatkan teknologi untuk memperkuat hubungan budaya sejak dini.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menginisiasi gagasan penting untuk memperluas kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Usulan ini berfokus pada program pertemuan daring yang melibatkan siswa sejak usia dini.
Langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai jembatan bagi siswa sekolah dasar di kedua negara agar dapat saling mengenal. Harapannya, program ini akan menumbuhkan pemahaman budaya dan membangun fondasi hubungan antarmasyarakat yang lebih kuat di masa depan.
Gagasan tersebut disampaikan di Jakarta, Sabtu (06/6), seiring dengan keberhasilan program Embassy Adoption Program (EAP) yang telah berjalan sukses. Program EAP ini telah memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada siswa di Washington D.C. melalui berbagai kegiatan edukatif dan budaya.
Peluang Teknologi untuk Pertukaran Budaya
Dubes Indroyono menekankan bahwa teknologi modern membuka peluang besar untuk pertukaran budaya yang lebih intensif antara generasi muda Indonesia dan Amerika Serikat. Ia membayangkan sebuah platform di mana siswa sekolah dasar dapat berinteraksi langsung.
Melalui interaksi daring ini, mereka diharapkan dapat saling memahami perbedaan dan persamaan budaya masing-masing sejak usia dini. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan persahabatan global.
"Kami berharap ke depannya dapat dikembangkan program pertemuan daring antara siswa sekolah dasar di Indonesia dan Amerika Serikat agar mereka dapat saling mengenal sejak usia dini melalui dukungan teknologi yang semakin maju," kata Indroyono dalam siaran pers KBRI Washington.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya diplomasi lunak yang bertujuan memperkuat ikatan antarwarga negara, bukan hanya antar pemerintah, demi masa depan hubungan bilateral yang lebih harmonis.
Keberhasilan Program Embassy Adoption (EAP)
Gagasan Dubes Indroyono ini terinspirasi dari kesuksesan Embassy Adoption Program (EAP) yang telah berjalan lama. Program ini berhasil memperkenalkan Indonesia kepada siswa sekolah negeri di Washington D.C. melalui berbagai kegiatan pendidikan dan budaya.
Pada 2 Juni, siswa kelas lima dari John R. Francis Education Campus mengunjungi Wisma Indonesia di Washington D.C. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi saat menjawab berbagai pertanyaan mengenai seni dan budaya Indonesia, membuktikan efektivitas program.
Kemampuan para siswa Amerika Serikat mengenali Indonesia merupakan hasil pembelajaran melalui EAP, sebuah program edukasi global yang menghubungkan siswa sekolah negeri di Washington D.C. dengan kedutaan besar serta perwakilan diplomatik dari berbagai negara.
KBRI Washington sendiri telah berpartisipasi aktif dalam program EAP ini selama sekitar 20 tahun terakhir, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam diplomasi budaya dan pendidikan.
Diplomasi Lunak dan Pengenalan Budaya
Dubes Indroyono menilai EAP sebagai instrumen penting dalam diplomasi lunak Indonesia. Melalui program tersebut, Indonesia tidak hanya diperkenalkan sebagai negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara.
Lebih dari itu, Indonesia hadir secara nyata dalam pengalaman belajar generasi muda Amerika Serikat, membentuk persepsi positif sejak dini. Ini adalah cara efektif untuk membangun citra bangsa dan mempererat hubungan bilateral.
Program EAP didirikan pada 1974 melalui kemitraan antara Washington D.C. Public Schools (DCPS) dan Washington Performing Arts. Program ini memberikan kesempatan kepada siswa kelas 5 dan 6 untuk mempelajari bahasa, budaya, sejarah, kuliner, hingga pandangan negara yang diadopsi terhadap berbagai isu global.
Hingga kini, EAP telah menghubungkan lebih dari 50.000 siswa di Washington D.C. dengan lebih dari 100 kedutaan besar dan lembaga diplomatik dari berbagai negara. Program tersebut juga pernah menerima penghargaan dari Departemen Pendidikan Amerika Serikat sebagai program pendidikan internasional terbaik.
Sebagai bagian dari kelanjutan program, pada tahun ajaran 2025–2026, KBRI Washington akan bekerja sama dengan John R. Francis Education Campus. Mereka akan menyelenggarakan berbagai kegiatan bertema Indonesia, termasuk lokakarya membatik yang memperkenalkan salah satu warisan budaya Indonesia kepada para siswa Amerika Serikat.
Sumber: AntaraNews